Rabu, 24 November 2010

Kena Kau !!

Was was dengan tragedi angka minim kemarin, sudah ku buat agenda istimewa untuknya.
Aku tau dia tak mampu berfikir dalam tekanan" harus bisa !...", yang ada adalah" enjoy aja". tapi karena sebentar lagi harus ulangan, aku harus ambil tindakan malam nanti, karena besok masih ada Matematika, ditambah lagi Bahasa Arab yang lumayan tinggi levelnya, untuk ukuran dia yang dua tahun kemarin tak menerima pelajaran itu.
 Sudah kusiapkan Es Cream coklat kesukaannya, Cumi goreng tepung dan Air Kelapa Muda, hm...pasti sepulang sekolah dia akan ceria, saat itu aku akan memanfaatkan untuk mengajaknya bermain rumus Matematika. Tak susah sebenarnya belajar Matematika, malah menurutku itu menyenangkan, kenapa anakku tak mewarisi kegemaranku ini ya ?? ah, belum kali...

Jam 15.00, tiiiiit....jagoanku muncul dengan wajah kuyu sekali, waduuuuh..pusing lagi kayaknya.

"Pusing Ma...", sambil manja dia memintaku melepaskan atribut sekolahnya.
"Kenapa ?...sudah makan cateringnya belum ? ", tanyaku
"Sudah tuh...".
" Makan dulu yuk, ada kesukaannya Ihsan ...'. Buru buru ku suguhkan sebelum dia meraih remote TV.
" Mungkin pelajarannya sulit kali ya ?", pancingku pelan.
"Enggak ok Ma, biasa aja..., habis magrib nanti gak usah belajar ya Ma, kan sudah tidak remidi Matematika lagi, katanya maksimal tiga kali kok...aku masih pusing...", itulah gaya merengeknya yang sudah aku hapal bener...
" Yang penting makan dan istirahat dulu, biar pusingnya hilang sayang..apa kata nanti deh...", aku membuatnya tak membantah dulu.

Benar juga, setengah jam kemudian dia sudah sibuk dengan kertas HVS, Penggaris dan  Pencil . Tengkurap setengah telanjang didepan TV, ku hitung sudah 6 lembar coretannya bergambar mobil ferari ala dia...seperti biasa, selembar gambarnya sudah memuat satu episode cerita. he he... mesti disimak detail gambarnya jika aku mendengar ceritanya.
Terlewat satu garis saja, sebuah cerita tak bisa kita cerna...





" Nanti keburu ngantuk lho...belum belajarnya..."
"Sebentar lagi Mama...kan belajarnya abis maghrib...".

Adzan Maghrib baru saja usai, setelah sholat dan mengaji, dia sudah terduduk lunglai di sofa, memeluk bantal seperti biasa, " Hayoo, bener kan, sudah mengantuk...belajar dulu..", pintaku bernada perintah.
Aku tak perlu menunggunya menjawab, berlomba dengan kantuknya, kuraih kertas dan mengajaknya mulai belajar, memainkan rumus, sebisa mungkin kubuat menyenangkan.
Tak sampai sepuluh menit, melihat matanya yang memerah, lemas, aku tak sampai hati juga. Akhirnya " Tidurlah dulu, besok selepas Subuh belajarnya ya...di ingat, ada Pe Er nggak ??'
"Ennnngggggggak..." jawabnya sambil tetap terpejam.
"Isya dulu, trus tidur.."

Dalam keadaan terpaksa yang ada nanti malah pemberntakan, lebih baik kubiarkan dulu tertidur, toh esok hari masih banyak waktu selepas Subuh, fresh juga pikirannya.

Jam 04.00 dia sudah terbangun, memelukku erat tanpa setahuku, " Mama , ayo sholat...", Seperti lima tahun lebih dewasa dari usianya, sifat kelaki-lakiannya yang aku suka.
Tanpa menunggu, dia bergegas menepati janjinya, meraih buku pelajaran dan mulai serius menantang pertanyaan dari aku, " Mau soal yang mana ? "...
Aku melihatnya sebentar, kupilihkan 2 nomer awal dan akhir dari sepuluh soal latihan semesteran. " Mama sambil goreng telor ya ?, bisa kan mengerjakan sendiri ? "...
" Lihat aja, sudah selesai.."
"Lho, cepet banget...benar lagi !! gitu kok bisa remidi sih ?? padahal anak Mama jago lho...", Jawabku memberinya harapan.
"Sekarang Bahasa Arab yang gak bisa, bantuin ya Ma...", alangkah senangnya aku, jika dia memilih meminta bantuanku, berarti dia benar2 tak punya pilihan lain. Sifatnya yang terlalu percaya diri "Bisa" seringkali menimbulkan perdebatan, karena dia tak mau mendengarkan masukan selain dari hasil pemikirannya sendiri. Hanya seorang 'Guru" yang bisa didengarnya..dan aku ibunya, bukan sebagai 'guru'nya.

Jam 06.20, tiiiiiit..antar jemputnya sudah didepan pintu, Alhamdulillah...sudah kutebus penyesalanku kemarin atas angka minim itu, hari ini pasti dia lebih baik...semoga, minimal aku sudah melihatnya membawa bekal ....
"Sudah ya Ma, Assalammu'alaikum...", diciumnya erat tanganku, sedikit pelukan dan ciuman tentunya.
Dengan nafas lega dan Do'a kulepas dia " Waalaikum salam...do'a dulu sayang....", aku bantu menutup pintu mobil.
"Mama...", tiba2 pintunya terbuka kembali.
"Ada apa say..uang sakunya udah kan ? "
" Nanti remidi IPS lagi...!! ha ha...", Wajahnya semringah kegirangan,tawanya masih kudengar nyaring, bersama antar jemput yang membawanya tiap pagi dan sore...
Sementara aku tersenyum kecut didepan pagar, terkesima sejenak dengan kemenangannya.



Selasa, 23 November 2010

CERDIK

Wajahnya yang kuyu, memerah dan tenang berjalan cukup memberiku sinyal ada yang tak beres dengannya. Benar juga, suaranya lirih mengeluh," Pusing Ma..".
Spontan kuraih dia dalam pelukku, kasian banget, pasti kecapekan setelah seharian kemarin menghabiskan hari Minggunya dengan sang Ayah.
Setelah melahap sepotong burger dan teh hangat, kuberi obat penurun panas. Aku ingat, pagi tadi hanya setengah roti dan segelas susu yang mengisi sarapan paginya, pantas dia mengeluh pusing, energinya tak mencukupi nutrisi otaknya menghadapi Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.
Jangan jangan hari ini remidial matematikanya yang ketiga, atau remidial Bahasa Inggrisnya yang kedua.
Nilai 33 untuk Matematika dan 20 Bahasa Inggrisnya membuatnya dituntut menyelesaikan perbaikan nilai untuk kali ke tiga, setelah seminggu yang lalu remidi ke duanya hanya naik sekitar sepuluh poin, 46 dan 30.
Nilainya yang gak stabil

Setengah jam kemudian dengan Tom & Jerry, aku menemaninya menunggu reaksi penurun panas yang telah  ku berikan tadi, Alhamdulillah...sudah mulai keluar celotehnya...
" Ma, lucu tadi si Adit, masa Bahasa Indonesia bisa dapat nilai 15, padahal itu pelajajaran paling gampang...", katanya mulai ber api2..
" Kenapa ? Remidi Bahasa Indonesia ?" Jawabku bersemangat juga..
" Enggak sih... hanya LK saja, disuruh menjelaskan tentang 'Surat', pertanyaannya begini ;" Disebut apakah yang mengirimkan surat ?", Adit menjawabnya " Tukang Pos..
" Siapakah yang mengirim surat ?, di jawab ' Kantor Pos..
"Apa saja isi surat ? di jawab " Pernikahan, ulang tahun dan pengajian...
" He he... payah si Adit...", Mukanya berseri mentertawakan sang teman yang konyol itu...
Setahuku pelajaran itu adalah pelajaran yang dia favoritkan, karena paling gampang.
Kulihat dia menunggu reaksiku, wajahnya masih terlihat menunggu, aku sedikit curiga, maka tanpa jeda aku buru2 bertanya : " Lha Ihsan dapat berapa ? "
Dengan muka lucunya, masih dengan senyum cerianya dia lantang menjawab, '' 20...hebat kan ??  masih lebih bagus dari Adit.....
He he

Kamis, 04 November 2010

Abaut 26

Jadi tergelitik dengan angka ini nih, dari pada pagi pagi bengong dengan komputer , bingung mau ngapain ?? ....
Aku dapat copas dari teman, tentang tanggal ajaib, sekaligus geli dengan status fb yang banyak mengupas tanggal keramat itu..., sebelumnya ini rangkaian kejadian yang kebetulan terjadi ditanggal 26 ;
Coba brosing sendiri aja deh ya, kali ada yang salah...

- 26 Januari 1531 gempa bumi di Lisbon,Portugal, 30.000 orang tewas.
- 26 Januari 1700 gempa di Laut Pasifik. Dikenal sebagai mega earthquake.
- 26 Juli 1805 gempa bumi di Naples, Calabria, Italy, 26.000 orang tewas
- 26 Agustus 1883 Gunung Krakatau meletus, +/- 36.000 orang tewas.
- 26 Desember 1861 gempa bumi di Egion, Yunani
- 26 Maret 1872 gempa bumi di Owens Valley, USA
- 26 Agustus 1896 gempa bumi di Skeid, Land, Islandia
- 26 Nopember 1902 gempa bumi di Bohemia, sekarang Czech Republic
-26 Nopember 1930 gempa bumi di Izu
- 26 September 1932 gempa bumi di Ierissos, Yunani
- 26 Desember 1932 gempa bumi di Kansu, 7,9 Sc di Cina, 70.000 orang tewas
- 26 Oktober 1935 gempa bumi di Colombia
- 26 Desember 1939 gempa bumi di Erzincan, Turki, 41.000 oran g tewas
- 26 November 1943 gempa di Tosya Ladik, Turki
- 26 Desember 1949 gempa bumi di Imaichi, Jepang - 26 Mei 1957 gempa di Bolu Abant, Turki
- 26 Maret 1963, gempa bumi di Wakasa Bay, Jepang
- 26 Juli 1963 gempa bumi di Skopje, Yugoslavia, 1.000 orang tewas
- 26 Mei 1964 gempa bumi di S. Sandwich Island
- 26 Juli 1967 gempa bumi di Pulumur, Turki
- 26 September 1970 gempa bumi di Bahia Solano, Colombia
- 26 Juli 1971 gempa bumi di Solomon Island
- 26 April 1972 gempa bumi di Ezine, Turki
- 26 Mei 1975 gempa bumi di N. Atlantic
- 26 Maret 1977 gempa bumi di Palu, Turkii
- 26 Desember 1979 gempa bumi di Carlisle, Inggris
- 26 April 1981 gempa bumi di Westmorland, USA
- 26 Mei 1983 gempa bumi di Nihonkai, Chubu, Jepang
- 26 Januari 1985 gempa bumi di Mendoza, Argentina
- 26 Januari 1986 gempa bumi di Tres Pinos, USA
- 26 April 1992 gempa bumi di Cape Mendocino, California, USA
- 26 Oktober 1997 gempa bumi di Italia
- 26 Januari 2001 gempa bumi di Gujarat, India, 1.000 orang tewas
- 26 Januari 2001 gempa bumi di Yunani
- 26 Maret 2002 gempa bumi di Mariana Island
- 26 Mei 2002 gempa bumi di New Zealand
- 26 Mei 2003 gempa bumi di Muir Beach, California, USA dan SevenTrees
- 26 Mei 2003 gempa bumi di Halmahera, Indonesia
- 26 Mei 2003 gempa bumi di Honshu, Jepang
- 26 Agustus 2003 gempa bumi di Val Verde, California, USA dan New Jersey
- 26 Desember 2003 gempa bumi dahsyat di Bam, Iran, 45.000 orang tewas.
- 26 Nopember 2004 gempa bumi di Nabire - 26 Desember 2004 gempa bumi dan badai Tsunami di Aceh.
- 26 Mei 2006, Gempa Jogja - 26 Oktober 2009 gempa di Maluku Tenggara Barat kekuatan 5.1 SR
- 26 Juni 2010, Gempa Tasikmalaya
- 26 Oktober 2010, Gempa Tsunami Mentawai.
- 26 Oktober tahun ini juga merupakan tanda meletusnya gunung Merapi di Yogyakarta.

Ada yang pasang status " Kalau anak2 Tk/Sd ditanya kapan gunung Krakatau meletus ? sontak mereka akan menjawab;' '' 26 November Bu ....". Kali ini aku belum membuktikannya dengan  bertanya ke anakku sendiri, tentang kebenaran isue itu..
 Sebagian teman juga ada yang menganggap itu adalah bentuk murka Allah (adzab ) atas prilaku manusia, ada juga yang mengambil keuntungan dengan menganggap itu salah penguasa.
Pusing aku dibuatnya, mana cucian belum kelar, setrikaan menumpuk dan masakan yang belum juga kujamah pagi ini...
Tapi aku juga tak pantas hanya berdiam diri, manggut manggut dengan komentar yang menarik, senyum simpul dengan lelucon selingannya, kadang juga gemes dengan keanehan penafsirannya...

Pernah aku menyempatkan komentar, bahwa sebenarnya Allah sedang menaburkan nikmatnya, memberikan benih2 kehidupan di buminya yang sudah kerontang, memanas dan berontak, sungguh kejadian alam itu adalah cara bumi memperpanjang usianya.
Komentarku lebih bersifat damai, Allah sayang pada umatNya, Dia tak pernah Marah hingga banyak orang berduka, lihatlah justru abu dan gas yang dimuntahkan Merapi adalah tabungan untuk anak cucu mereka kelak, walaupun dengan sedikit pengorbanan.


Namun disisi lain dalam  Al Baqarah 2;6 disebutkan ( nyrempet angka 2 dan 6 nih...)

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri PERINGATAN atau tidak kamu beri PERINGATAN, mereka tidak juga akan beriman.."

Ayat ini memberikan kesan ( menurutku sih ya...) manusia yang sudah tertutup pintu hatinya, walaupun diberi peringatan yang berulang ulang mereka tetap saja tak juga beriman.

Agak menyakitkan jika ini dikaitkan dengan musibah di Indonesia, layakkah kita menganggap ini adalah salah satu Murka Nya  ?
Mengapa jatuh didaerah mereka ? yang semestinya kita tahu hal itu akan berulang kali terjadi, karena status Merapi yang masih gunung aktif.
Bagaimana perasaan orang2 yang berada disana, berikut keluarganya ? banyak diantara teman2ku yang berasal dari daerah lereng Merapi, tentu mereka juga tak akan terima.
Kesan yang diperoleh dengan pencomotan ayat Al-Qur’an berdasarkan waktu-waktu terjadinya musibah itu maka muncul anggapan bahwa itu adalah suatu adzab yang ditimpakan oleh Allah kepada bangsa Indonesia. Bangsa ini layak mendapatkan adzab dari Allah karena pembesarnya hidup mewah serta ingkar kepada Allah.( bisa jadi sih ya...)


مَنْ قَالَ فِى الْقُرْآنِ بِغَيْرِ عِلْمٍ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Barangsiapa berkata tentang al-Qur’an tanpa dasar ilmu, maka hendaklah bersiap-siap menempati tempatnya di neraka (HR at-Tirmidzi)

Disisi lain, musibah itu adalah gambaran kecil kehancuran bumi kelak diwaktu kiamat, jika kita mau mengambil hikmahnya selayaknya diri kita sendiri yang harus lebih dulu instropeksi, nyawa terasa mudah kapan saja bisa melayang, kapan saja...
Bagiku itu cukup, mungkin karena aku ibu rumah tangga,aku bukan Reporter, Jurnalis, Penceramah, Pengamat ( macem2 julukannya sesuai kasus yg sedang dibahas ) atau fesbuker yang setia update statusnya..... halah..kerjaanku gak selesai ini....
Masing2 punya penafsiran sendiri2...monggo, karena aku sendiri tak begitu tau lingkungan Merapi dan mentawai...



hanya salah satu caraku memanaskan pikiran, setelah beberapa hari tak jua muncul ide untuk kutuliskan...di note ku..

Kamis, 28 Oktober 2010


 

BERPETUALANG  YUK…!!


Pindah lagi ?? Ow  tidaaaak !!
Kali ini suamiku pindah tugas ke kota Bandar Lampung, ini kali kedua aku menginjakkan kaki di bumi Ruwa Jurai. Dulu hanya numpang lewat, saat kami ditugaskan di kota Palembang, kurang lebih 9 jam lagi perjalanan darat dari Bandar Lampung.


Memasuki pulau Sumatera, yang terbayang pasti hutannya, beda banget dengan suasana pulau Jawa, yang sesak dengan penghuninya. Melintasi antar kota di Sumatera membutuhkan waktu berjam -  jam lamanya, jalannya sekarang sudah lumayan bagus, kecuali memasuki sepanjang pantai masih banyak jalan berlobang. Itu makanya selama di sana hanya sedikit tempat wisata yang bisa kami jelajahi.  Keterbatasan waktu dan kondisi alam itu jadi kuncinya mengapa keindahan kota itu terlewatkan oleh ku dengan sia sia. 

Kebanyakan tempat wisata di kota Lampung dan sekitarnya masih alami, mereka terletak di sepanjang pantai, jurang yang terjal, berbatasan langsung dengan laut, teluk yang indah, pulau pulau yang menyimpan aneka satwa air dan hutannya, dan juga air terjun di balik deretan pegunungan.
Temanku memberiku peta dan setumpuk brosur pariwisata, ehm… seru juga ya  hari Minggu dipakai untuk jalan- jalan. Kami menimbang satu persatu..
Sebenarnya selama di dalam kota Bandar Lampung sendiri, sudah banyak yang aku kunjungi, Bumi Sekar Kedaton, Lembah Hijau, Tabek, Musium, Batu Putu, Pantai Pasir Putih, Pantai Mutun dan lainnya.Semuanya berada didalam kota, tempat rekreasi penduduk Lampung setiap hari libur.

Sebagian besar waktu kami tersita untuk memancing, sepanjang pantai banyak tempat pemancingan laut, kalau mau lebih menantang biasanya kami menyewa perahu nelayan, memancing ditengah laut.

Ada banyak tempat pemancingan menuju pulau - pulau kecil yang bertebaran ditengah laut, Pulau Labuhan,
Pulau Pahawang, Pulau Legundi , anak Krakatau dan juga tengah laut menggunakan perahu di daerah Mutun , Sebalang dan Gading. Banyak tersedia perahu motor yang disewakan, dengan tarif antara Rp. 300.000 sampai 600.000 an semalam.
Dari semua tempat wisata,yang paling terkenal adalah Way Kambas, tempat penangkaran Gajah liar Sumatera, banyak Gajah penghuni kebun binatang di Jawa adalah lulusan Way Kambas. Aku memperkenalkan ke anakku dengan tempat sekolahnya gajah.  
Taman Nasional Bukit Barisan juga ada. Danau terbesar setelah danau Toba,terletak di propinsi ini, namanya  Danau Ranau, terletak di  perbatasan Lampung barat dan Kabupaten Komering Ulu Sumatra Selatan, tapi kami belum pernah berkunjung kesana, lumayan jauh soalnya.

 Lampung Barat terkenal dengan Pantainya yang menawan, ada  Pantai Tanjung Setia, kecamatan Pesisir Selatan, 52 km dari Liwa, ibukota Lampung barat. Tempat ini setahuku sering dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara bermain surfing, area memancing mengasikkan, berenang, berkemah dan Outbond.
Ada juga Pantai labuhan Jukung, di Pesisir tengah Lampung Barat, Pantai Way Jambu, Pantai Sindi, Pantai Suka Negara, Krui  dan Pantai Way Haru.  Sederet pantai yang lainnya masih bertebaran, semuanya juga menyajikan pemandangan indah.



Aku tinggal di dekat Novotel Lampung,  kebetulan suamiku bekerja di Hotel itu,kurang lebih baru empat bulan yang lalu resmi beroperasi. Masih banyak juga kok hotel berbintang yang lainnya; Hotel Sheraton, Hotel Sahid dan lain lain.
Aku memilah tempat wisata yang bisa terjangkau sehari waktuku, Kota Agung tujuanku. Selain terdekat, disana ada tempat wisata alam, Way Lalaan Water Fall.


Berbekal peta kota Lampung, camilan dan air minum, kami berangkat jam 09.00 pagi, lewat Pring Sewu, jalanan lumayan bagus dan sepi, serasa di tol, kata anakku..
Perkiraan waktu tempuh sejam setengah atau dua jam, tak melesat jauh kok, jalanan sepi dan mulus serta diiringi candaan seru sepanjang jalan.
Tak terasa sampai juga di pinggiran kota Kota Agung, naik pegunungan pasti, karena memang letaknya dibalik pegunungan ( entah apa namanya..). Letaknya persis diseberang jalan kompleks perkantoran pemerintah daerah kota Agung, papan namanya tak terlihat jelas, hanya arah panah kecil tertulis Way Lalaan.  Ada gerbangnya lumayan besar namun tak terawat.
Sewaktu kami datang jam 12.00 an , hanya ada 2 sepeda motor dan satu mobil terparkir, sebuah musholla, dua warung kecil menjual minuman dan lontong pecel, anak anak kampung yg sedang bermain, dan seorang penjaga parkir. Cukup membayar karcis Rp 15 000 komplit dengan bea masuknya, lumayan....
Melihat suasana yang sunyi senyap, agak ragu juga sih, jangan - jangan air terjunnya berasal dari buangan air sepanjang jalanan tadi...
Ada nasehat dari penunggu, “Kalau tak ingin berurusan dengan gadis – gadis  Kota Agung, jangan mandi air terjunnya...^_^”.

Jalan masuknya lewat tangga menurun, berlumut, dikelililng jurang tak begitu dalam, dipagari kayu tua, mirip jalan masuk salah satu Goa Gajah , Gianyar Bali, bedanya pohon - pohon tua nya alami tak bersarung kotak – kotak  dan aromanyapun asli berbau tanah basah dan humus hutan.

Benar - benar sepi….

Air terjunnya bagus, seperti Coban Rondo Malang, airnya dingin...brrrrr, aku hanya berani main air sebatas kaki saja, bukannya jauh – jauh  dari nasehat penunggu yaaa...memang enggak bawa baju ganti.
Agak lama kemudian satu persatu pengunjung mulai ramai berdatangan, tapi tetap tak banyak yang berani mandi, mereka berjalan - jalan di bebatuan besar sepanjang sungainya..
Sebenarnya masih ada satu lagi air terjunnya, letaknya hanya sekitar 10 meter agak kebawah, lebih bagus malah, hanya karena aksesnya sudah tertutup ilalang, makanya tak banyak yang tahu.


Setelah ayah dan anak puas mandi, Ishoma, makan Lontong pecel Rp 5000 , kami melanjutkan perjalanan.
Berbekal info tukang jual rambutan, ada jalan menuju Bandar Lampung melewati pinggiran laut, jalannya beraspal, lebih cepat lebih hemat, begitu katanya. Asyik... tertawa girang kami kontan setuju mengambil jalan itu.
Benar juga...selepas Pantai Terbaya, aneka bentuk gugusan karang2 berserakan indah, satu dua kokoh berpenghuni pohon yang renta sendiri, akarnya mencengkeram kuat seolah ingin berkuasa atas pulau mungilnya, jarang yang lebat daunnya, memang benar2 pohon tua ...




Batu - batunya banyak bertebaran sepanjang pantai, aneka ragam bentuknya, besar kecil, bulat lonjong seukuran bola, dari bola kasti sampai bola sepak, lebih besar lagi adalah batuan gunung yang mengkilat terterpa air dan panas saban harinya...kurang lebihnya seindah pantai Pulau Belitung di film Laskar Pelangi .
Terkesima indahnya laut dan pantainya, tak sadar kami sudah jauh masuk ke pelosok hutan, tak ada sinyal Hp, ditambah memang batre Hp kami bertiga sudah tinggal menunggu wafatnya.

Pengambilan gambar hanya kami lakukan dari dalam mobil ( ngeri tau...ditengah hutan, jarang orang yang lewat sepanjang kami memutuskan melewati arah ini, kalaupun ada, pasti mereka menyarankan untuk kembali lewat jalan Tol Kota ).


Memori  foto sudah benar – benar  tak mau kompromi, sudah full, Hp yg lainnya sudah tak ada powernya. Apa boleh buat, kami hanya berdecak kagum sepanjang jalanan. Daya tarik pantai mengikat kami meneruskan arah, Banyak juga kok kampong - kampung kecil kami lewati, rumah - rumah dari bambu dan ilalang yang sepi ditinggal penghuninya melaut dan memancing, kerbau yang makan rumput tanpa penunggu, dan sesekali kampung lumayan agak ramai juga ada. Sempat juga sih kami berpapasan dengan sejumlah turis asing, membawa papan surfing dan tenda, pasti mereka menuju Liwa.  Berarti ada benarnya kami menggunakan alternative jalan ini.



Sudah mendekati jam 5 sore, tak juga kutemui keramaian yang berarti, yang ada setelah kampung adalah jalan rusak berbatu , setelah itu masuk hutan, naik gunung, turun gunung, kampung lagi, naik turun gunung dan keluar masuk hutan lagi....hadooh...gelap sudah didepan mata, solar tinggal 50 km lagi. 

Anakku sudah mulai merapat duduknya, kulihat mukanya sedikit cemas, antara takut, penasaran, ngantuk dan tentu saja lapaar...Ayah sesekali bercanda,namun tawa kami tak lagi segar, sama2 tertawa kecut...kapan nyampainya...
Dipertigaan Padukuhan Limau kalo gak salah, ada bapak - bapak menyarankan kami kembali, waduuh, melewati jalan tadi dalam gelap , tidak lah yau....kami ingin terus, disarankan jalan lurus, mengikuti arah kedung tataan, nanti akan ketemu jalan simpang menuju Pring Sewu dan Pesawaran.
haaah?? Pring sewu?? sudah sejauh itu masih aja mau arah pring sewu?? jadi critanya bukan lagi arah melintas tapi justru memutar yang kami ambil......memang sih, dari peta sudah terlihat arahnya memutar, tp tak terbayang kalau sejauh ini...sedikit menyesal juga rasanya..
Sudahlah, yang penting nyampai aja, kami terus mengikuti jalan beraspal (tepatnya bekas jalan di aspal,,) rutenya tetap, naik turun gunung, keluar masuk hutan dan kampung, bedanya, sekarang Hp sudah mati semua, dan gelaaaaap...hiiiii.


Di peta tertulis deretan pegunungan yang mengelilingi kami ,Pegunungan Kukusan,Peg. Sekala berak, dan  Peg. Pesawaran...yang terakhir sudah lumayan ramai penduduk.
Dua jam lebih akhirnya jalanan mulai agak ramai dan terang, sudah ada Indomart, Alfamart , berarti sudah berbau kota....kami istirahat sejenak sambil mengisi solar di kios bensin dipinggir jalan, penjual solar tertawa terpingkal2 mendengar ceita kami mengambil arah jalan tadi, kok mau - maunya...padahal disitu ada daerah berjulukan Kurungan Mayit, siapa yg tersesat kesitu jarang yang bisa kembali, ada juga daerah angker, tertulis 'dilarang ambil Wudhu " sempat terpikir pasti akses ke bawah jurangnya ada tempat bagus, minimal ada tempat untuk sholatnya, tapi  melihat rimbunnya area air terjun kecilnya, nyali kami ciut, mirip jalan masuk goa...ternyata itu adalah tempat angker...
Yeee...telat pak, sudah berbau kota kok..
Katanya masih sejam lebih kami akan sampai Pesawaran, berarti sejam lagi baru nyampai Bandar Lampung. total 2 jam lageee....
Tepat molor sejam dari perkiraan awal, akhirnya kami sampai di jalan utama, lho ?? kok sampai di pos polisi optik modern ?? he he...pos polisi yg tadi kami ketawain karena papan namanya nyambung dengan Optik Modern, daerah Pesawaran....
Tertawa kami lepas lagi, lega rasanya bisa menemukan jalan pulang. Mampir ngebakso dan Soto  dulu yuks... Aku  neg mau muntah sebenarnya.....antara laper, cemas dan mabuk darat .Mau molor berapa jam lagi gak apa - apa kalau sekarang...sudah aman..

Kapan – kapan harus di jelajahi dari arah lampung, bener nggak ya bisa tembus Kota Agung.. Bener kok, hanya waktunya sehari penuh  baru bisa...
enggak percaya?? silahkan coba....seru banget kok...
Potensi wisata daerah Lampung memang aduhai, hanya kurang perhatian dari pemerintah daerah dalam pengembangannya. Namun saat ini Lampung sedang giat membangun terutama tempat pariwisata berikut penunjangnya.
Kalau mau berpetualang ,  jangan lupa membawa bekal, peta dan sepanjang jalan harap mengunci pintu rapat – rapat.
Oh iya, banyak oleh – oleh dari Lampung lho, ada Keripik Pisang, Dodol Duren dan Kopi Lampung. Kopi Lampung terkenal sangat istimewa, karena cara pengolahannya yang masih alami. Ada juga Kopi Luwak khas Lampung.