Tampilkan postingan dengan label Note-ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Note-ku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Februari 2012

Hipokalemia 3

ªku dibawa ke ruang tindakan, tidur di kasur pasien. Baru kali ini ªku merasakannya. Tentu saja, karena saat-saat sakitku waktu kecil tak pernah sampai rawat inap, kecuali saat melahirkan anakku, pengecualian dunk..

Suster kembali memeriksa tensiku, membawa seperangkat alat rekam jantung dan mulai memasangkannya di pergelangan kaki, tangan dan beberapa titik di dada. Hanya sekitar 10 - 15 menit sepertinya alat itu mengirimkan selembar hasil rekam jantungku, selembar lagi kopiannya.

Suster ŷanğ lain mulai memasangkan infus di tangan kiriku, wedew.. ªku diinfus!
Mungkin karena ªku sedang membutuhkannya, suntikan itu tak begitu menyakitkan, walaupun jujur ku akui, itu sakit!, apalagi saat selang mulai direkatkan di tangan,namun ªku pasrah dalam pengawasan anak dan suamiku.
Di depan anakku, ªku harus sedikit lebih kuat!.



Sambil menunggu kamar disiapkan suster mempersilahkan suamiku mendaftarkan pasien rawat inap, memilih kamar dan membayar deposit tentunya.
Setengah jam kemudian ªku dibawa ke kamar di lantai 3, dengan kursi roda. ªku sudah jadi pasien RS ini, ada gelang plastik bertanda namaku dan ruang kamarku, berwarna pink.



Kami melewati lorong ŷanğ mulai tampak sepi, naik lift dan menuju kamar 301.
Lumayan luas seperti layaknya hotel bintang 3, ada bed pasien, bed sekaligus sofa keluarga pasien, meja makan troli, tv, kulkas mini, lemari, dan toilet ŷanğ bersih.



"Silahkan istirahat ya Bu, saya tinggal dulu, nanti ada perawat lain ŷanğ akan melayani Ibu.." kata perawat itu dengan ramah.

"Kita tidur di mana Yah?" kata anakku sibuk mencari tempat, kasihan dia pasti sudah mengantuk berat.

"Sholat dulu yuks, abis ini Ayah tinggal dulu sebentar ambil baju buat besok ya"
Suamiku keluar sendirian, beruntung jarak RS ke tempatku tak begitu jauh.

"ªku mau jalan-jalan sebentar, Ma" kata anakku, mulai ϑªђ, dia selalu ingin tahu isi RS ini, padahal lorong-lorong sudah sepi,

"Hati-hati, Nak, sudah sepi lho..jangan jauh-jauh ya..!" kataku cemas, bagaimanapun lorong di RS tak baik untuk anak sesehat apapun.

ªku menulis bbm ke suami "Ayah, cepetan ya, anaknya biar bisa tidur.."

Setelah puas berjalan sendirian dia mulai menata sendiri tempat tidurnya, ada selembar kasur busa disediakan, dia menempatkannya di depan sofa, meminjam selimutku dan mulai merebahkan tubuhnya, tanpa bantal dan guling!.

"ªku tidur duluan Ma, Ayah nanti tidur di kursi aja."

Benar juga, sudah terdengar dengkur lembutnya, cepat sekali dia terlelap, maklum sepulang sekolah dia langsung les, biasanya jam 20.00 dia sudah tertidur.



Suamiku datang kemudian sekitar jam 23.30, membawa bantal, selimut, mukena dan beberapa baju.
"Tidur saja dulu, kasian capek pasti.."

Melihat mereka berdua tertidur lelap, ªku tak sedikitpun bisa memejamkan mata, antara belum terbiasa tidur tanpa guling, di ruangan asing dengan lengan diinfus dan kemungkinan suster mondar mandir memeriksaku, waduh.. kenapa ªku tak memintanya besok pagi saja mereka mengunjungiku...


Jam 12.30 mereka menengokku, kenapa jam kunjungnya menggangguku.. ah tidak kali ini, karena ªku memang belum tertidur, mereka memintaku menandatangani persetujuan pembelian obat ŷanğ katanya lumayan mahal, beberapa tabung kecil cairan antibiotik seharga @ rp 500.000 dan beberapa tablet lagi obat tertentu, ªku tak sempat membacanya.

"Nanti jam 02.00 akan ada suster memberikan obat ya Bu, sekarang istirahat dulu.."

Belum sempat ªku tertidur, suster itu benar-benar datang memberikan 4 buah suntikan,
"Agak nyeri Bu, karena isinya banyak dan beberapa kali suntikan, di tahan ya Bu.."

Terasa ada ŷanğ mengalir, dingin..awalnya, beberapa saat kemudian seperti ada ŷanğ menjalar di lenganku, panas dan membuatku tak nyaman. Mungkin karena sudah mengantuk, ªku tertidur sampai suduh.

"Siap-siap sekolah dan bekerja..!, mama sendirian Ώğgαk apa-apa ϑªђ.."

Gantian tidur di bed pasien

Menu pasien dan keluarga


Begitulah, tiga hari lamanya ªku dirawat disana. Ada beberapa test ŷanğ kujalani, test darah dua kali, USG dan Rontgen.
Dari bocoran ŷanğ kudengar kesemuanya baik-baik saja, kecuali rontgen ŷanğ memperlihatkan bekas masalah di paru-paru sewaktu ªku SMA, beberapa angka abnormal test darahku dan USG ŷanğ normal.

Kesimpulan ŷanğ kudapat, kurang kalium ŷanğ menyebabkan dadaku berdebar, lemas dan pendarahan.
ªku mencari-cari jenis keluhan ini, namanya Hypokalemia.

Suntikan di hari ketiga di selang infusku adalah kcl, katanya untuk memenuhi kebutuhan kaliumku. Suntikan antibiotik dan kawan-kawannya sebanyak itu sudah membuatku menjerit sakit, apalagi ketika cairan infus berisi kcl mulai memasuki aliran darahku, rasanya seperti dialiri cairan cabe ŷanğ pedas, seperti disayat pisau juga!

ªku meminta perawat ŷanğ kebetulan lelaki mencopot slang infusku, rasanya sakit ‎​βϋκαη buatan, apalagi saat dia menambahkan suntikan ŷanğ ke tiga antibiotik dan rekan ke selangku, ªku menjerit dan menangis.

Beruntung anakku belum datang, jika ada, mungkin dia akan mentertawaiku, ªku benar-benar menangis.
"ªku minta juice melon aja ϑªђ.." kataku ke perawatnya, dia tersenyum geli melihatku meminta juice.

"Itu kan cairan untuk menstabilkan kalium, ganti aja dengan pisang atau melon, ªku Ώğgαk mau diinfus lagi!"

He he.. tentu saja perawatnya kesal mendengarnya, ªku menunjukkan lenganku ŷanğ bengkak dan mulai kemerahan.."Sakit tauuu..!"

Si Mas perawat itu menyarankan jarum infus dipindah ke tangan kanan, tangan kiriku sudah bengkak, semakin sakit jika dipaksakan. Sementara infus akan diganti dulu dengan penetral, agar sakitnya sedikit berkurang.
ªku buru-buru menyetujuinya , ŷanğ penting rasa sakitku segera berhenti.

Jarum infus dilepas oleh perawat ŷanğ lain, syukurlah..sepertinya perawat laki-laki tadi tidak semahir perawat sebelumnya. Perawat ini laki-laki juga, namun sedikit seperti waria, he he.. Liat aja caranya menyapaku, "Ada apa Yank... sakit ya.."

Lumayan juga, begitu jarum dicabut lega rasanya terbebas dari jarum dan selang panjang itu.
Eits tunggu dulu, berarti ªku harus disuntik lagi tangan kanan??? Mendadak muncul ide cemerlangku, "Mas, nanti aja deh, selang infusnya menunggu dokternya kesini ya?, masih sakit nih..lagian kalo boleh ªku mau stop di infus!"

Sedikit jengkel kulihat perawatnya, "Ibu, obat ini belum habis, dan kcl masih sedikit ŷanğ masuk, ini harus tuntas Bu, biar cepet sembuh.."

"​Î​Ɣ‎âä, ªku tau..minimal tunggu suamiku yach, ntar malam biar dia ŷanğ njelaskan"

Perawat menyerah dan buru-buru menghilang keluar, dongkol kelihatannya, biarin! daripada ªku Ъќ tahan sakitnya!
ªku bbm suamiku "Ayah, Mama Ώğgαk mau di infus lagi, sudah sehat kok, nanti minta pulang aja, obat jalan.."

ªku bbm lagi "Mama Ώğgαk mau di infus lagi!"

Begitu dokter ahlinya datang pada malam harinya, belum sempat suamiku atau ªku mengeluarkan sepatah kata, "Besok boleh pulang Sus, siapin ya, nanti saya tuliskan resep selanjutnya."

"Bapak, Ibu sepertinya tidak ada masalah selain kalium ŷanğ rendah tadi, hypertensi hanya bersumber dari dirinya saja, nanti temui saya di mushola ya, kita jama'ah isya .."

اَلْحَمْدُلِلّهِ...
Lega rasanya sudah diperbolehkan pulang, malam ini bisa tidur nyenyak tanpa selang infus di tanganku, tinggal sisa nyeri dan bengkak ŷanğ masih masih terasa.

Tentang Hypokalemia ku coba mencari di beberapa artikel kesehatan, adalah penyakit kekurangan kalium dalam tubuh. Gejalanya biasanya lemas, kurang bertenaga, kram otot, gangguan pencernaan, debaran jantung tidak teratur dan EKG (ritme jantung) yang abnormal.

Penyebab Hypokalemia tersering adalah kehilangan melalui kencing dan saluran cerna. Bisa juga karena diet rendah kalium.
Hipokalemia bisa mengancam jiwa dan harus segera ditangani dokter

Kalium sangat dibutuhkan dan berperan penting menjaga fungsi jantung, otot rangka dan kontraksi otot polos untuk fungsi pencernaan dan geraknya menjadi baik. Terlalu banyak kalium dalam tubuh dinamakan hiperkalemia; terlalu sedikit kalium tubuh disebut hipokalemia.

Keseimbangan kalium tubuh dipengaruhi imbang natrium dan magnesium plasma. Misal kebanyakan natrium pada diet orang barat yang banyak konsumsi garam akan berpengaruh pada meningkatnya kebutuhan kalium tubuh. Diare, muntah, berkeringat banyak, malnutrisi dan sindrom malabsopsi (misal penyakit Crohn's) bisa memicu defisiensi kalium tubuh, sama halnya saat kita menggunakan obat jantung golongan diuretik loop."

ªku teringat beberapa hari terakhir memang jarang sekali makan sayur, makanpun porsinya hanya sedikit, jika lemas ªku hanya buru-buru minum dan makan seperlunya. Mungkin inilah akibatnya, kadar kalium darahku drop.

Sekarang ªku rutin makan pisang, wew..padahal sebelumnya ªku tidak suka pisang, minum air kelapa muda, alpukat, juice melon, sayur bayam, daun pepaya dan pepaya. Buah dan sayur itu mengandung kalium tinggi.
Kurasakan manfaatnya, begitu badanku terasa lemas, ªku segera mengkonsumsi buah dan sayur ŷanğ tersedia, minum vitamin dan tak lupa obat hypertensiku.

Semoga tetap sehat seterusnya, ªku Ώğgαk ingin masuk RS lagi, masih terbayang rasanya dipasang jarus infus berikut suntikannya.. Wew..

Hipokalemia 2

Belum sempat ªku berganti pakaian, keluar darah segar dari mulutku, warnanya sedikit kehitaman, ada ŷanğ menggumpal seperti agar-agar.
Kuperiksa di kaca, sepertinya darah itu mengalir dari sela-sela gigiku bagian atas.

ªku merasakannya mengucur deras, beberapa kali ku ludahkan gumpalan darah segar itu, semakin lama kesadaranku mulai terasa melayang.

Tak mau menunggu lama, kusambar dompet dan hp, ªku segera berlari ke klinik belakang rumahku. Masih sempat ku tulis bbm ke suami " Ayah, mama rasanya mau pingsan, abis ini mau ke dokter, jangan sms lagi."

Sampai di klinik, hanya ada Mas dan Mbak penjaga apotik ŷanğ sudah ku kenal, "Mbak, ada dokter?"

"Sudah pulang jam 12 tadi Bu, kenapa?"

"ªku mau pingsan, bisa minta tolong Ώğgαk panggilkan dokter..?!" kataku lemas.

"Ibu harus ditensi dulu, masih jam 5 sore nanti dokternya datang.." mbaknya sedikit bingung, dia mendatangi temannya,

"Mas anterin Ibu dong, kasihan nanti kalau pingsan disini.."

Dengan membonceng sepeda motor, kami menuju RS Putra Dalima terdekat, dengan perkiraan ada dokter jaga disitu.

Memang benar ada seorang dokter jaga, اَلْحَمْدُلِلّهِ .. lega rasanya. ªku menguatkan diri tetap sadar sepenuhnya sambil berulang kali meludahkan gumpalan-gumpalan darah ke toilet.

Mungkin karena ªku terlihat sehat masih bisa bolak balik ke toilet, dokter dan perawat mengacuhkanku, sesekali berkata "Sabar ya Bu.. Dokter masih menangani pasien gawat darurat.."

Dengan lemas ªku mengangguk kesal. Baru setelah ªku terlihat pucat dan mulai bosan ke toilet, ªku meminta tisue dan mangkuk kecil untuk membuang darah dari mulutku. Melihat banyaknya darah ŷanğ mengalir, dokter ŷanğ melihatku mulai panik. Waduuuh.. semakin ªku kesal, rasanya darah ŷanğ mengalir seperti air kran.

Segera dokter menanyaiku ihwal pendarahan di mulutku, ku jelaskan detail kejadiannya, dari awal ªku lupa meminum obat hypertensi, kecemasan, kesemutan dan degup jantungku ŷanğ kencang.

Dokter membersihkan mulutku, memeriksa asal darah mengucur. Ternyata dari gusi bagian belakang, bawah. Aneh, ªku justru merasakan darah mengucur dari gusi bagian atas.

Melihat banyaknya darah ŷanğ terus mengalir, ªku di injeksi untuk menghentikan pendarahan sampai mendapatkan pertolongan berikutnya, gusiku harus dijahit segera!
dokter terlebih dulu memberiku obat hypertensi, setelah diukur tekananku mencapai 160/100.

Beberapa kali suamiku telepon menanyakan keadaanku, dia sudah dalam perjalanan pulang. ªku menyarankan mengecek anaknya dulu, bagaimanapun ªku mengkhawatirkan keadaannya.
Ku katakan, "Mama mau ke RS lain, dokternya Ώğgαk bisa nangani!"

Setelah menggigit tampon gusi ŷanğ diberikan perawat, ªku menyempatkan diri sholat asar dulu, mumpung pendarahannya tertahan sementara.

Perawat memesan taksi untukku, berbekal surat pengantar dari dokter jaga, ªku disarankan ke RS khusus THT, dengan maksud ada dokter gigi disitu, gusiku harus segera di jahit.

Sebenarnya apa kaitannya dengan hypertensiku, dengan degup jantung, dengan kesemutan dan berakhir dengan pendarahan gusi? Kok ªku harus ke RS THT..??. Banyak ŷanğ ingin kutanyakan, namun mulut dengan tampon ŷanğ penuh darah membuatku tak bisa bertanya banyak, ªku menurut menuju ke RS proklamasi khusus bedah THT, Kepala dan Leher.

Rupanya dokternya masih setengah jam lagi, ªku menurut dan duduk lemas di ruang tunggu. Masih saja terpikir olehku, jika ªku harus di jahit, biasanya diberi obat bius, dan biasanya ªku akan ditanya "Sudah makan atau belum?"
Wedew.. Ini karena tiba-tiba perutku mulai menyadari bahwa ªku lapar!

Beruntung suamiku sudah hampir sampai ke RS, ªku memintanya menjemput anakku dulu sambil ku minta membelikanku minuman susu atau ŷanğ lainnya, minimal perutku harus terisi. Duh, mungkin ªku sudah merasakan efek obat ŷanğ kuminum, kesadaranku mulai normal..^.^.

"Kenapa Ma?" tanya anakku, "Ku kira masih jalan jalan sama tante, kok kata ayah Mama di RS?"

Belum puas dia melanjutkan, "Mama, Mama.. Gusi berdarah aja kok sampai di bawa ke RS.." dia sedikit meledekku.

Tepat setengah jam kemudian, perawat menyuruhku memasuki ruangan dokter gigi. Dokternya masih seumuran denganku, cantik dan ramah. Dia menanyakan ihwal pendarahanku, dia juga memeriksa mulut dan kondisi lukaku.
Benar juga, dokter gigi tak mau ambil resiko melihat hypertensiku, dia menyarankan untuk menemui dokter ahli penyakit dalam dulu sebelum mengambil keputusan merawat gigi dan gusiku.

Di RS itu petugas labnya masih bertugas, dokter menyarankan ªku test darah dulu, baru menemui dokter ahli. Sedikit ketakutan juga mendengar test darah, selama ini sering kudengar anjuran itu, mengingat hypertensi ŷanğ ku alami sudah berlangsung lama, tak jarang angka 106, 108, 100 adalah nilai diatolisnya.

Karena sudah harus kulakukan, kuanggukkan kepala juga akhirnya menjalani test itu, ternyata rasanya biasa saja, seperti disuntik agak lama, wew.. malu ϑªђ..

Menunggu sekitar satu jam lebih, kuputuskan pulang terlebih dulu karena anakku besok ulangan harian. ªku ingin tiduran, rasanya masih lemas, antara lemas beneran atau mungkin kelaparan juga.

"Kita langsung ke dokter aja nanti Ma, kita cari dokter ŷanğ praktek, sekalian.."

Benar juga, mumpung sudah ada hasil test darahnya.
Akhirnya kami bertiga keluar lagi mengambil hasil lab dan keliling mencari dokter internis ŷanğ praktek.
Lama berputar-putar tak jua kami temukan, kami ragu-ragu memilih antara RS Medika atau Eka hospital.
Kupilih RS Medika, ternyata ada dokter internis ŷanğ sedang praktek.

Kami menunggu lama sekali, anakku sudah terlihat mengantuk sekali, mulai rewel karena kelaparan. Jam sudah hampir di angka 22.00. Dokter sedang visit pasien, kata perawat.
Tinggal kami bertiga di poliklinik tersebut dan dua orang perawat jaga, lampu sudah banyak ŷanğ dipadamkan.
Suamiku bergegas membeli beberapa minuman kaleng dan roti.

Tak brapa lama dokternya muncul, dia memeriksa hasil lab ŷanğ kubawa, "Hanya ini hasil labnya? Kok kaliumnya bisa serendah ini?, coba dipriksa dulu..!"

ªku di periksa seperti dokter biasa memeriksaku, "Tarik nafas..." dokter menempelkan stetoskop di dada depan dan belakang. "Lihat matanya.."

"Angkat lehernya..!" dia memeriksa bagian samping kanan, kiri leher dibawah rahangku.

"Duduk ya!, angkat dua tangannya ke depan, telapaknya dibuka..!" dia meletakkan selembar kertas di atas tapak tanganku, mengamatinya sebentar dan .. "Sudah!"

"Bapak.." dokter menatap suamiku, "Ibu di rawat ya?"

Suamiku menatap wajahku ŷanğ mulai ketakutan, "Kalau perlu Ώğgαk apa-apa di rawat, Dok" katanya mulai khawatir juga.

"Kaliumnya drop, itu ŷanğ membuat lemas dan berdebar-debar, sepertinya ada infeksi, tapi Ώğgαk tau dari mana asal infeksinya, sambil di rawat kita cari sumbernya..oke..!" nadanya setengah memaksa.

Tak ada pilihan, rasanya tubuhku juga kehilangan kekuatannya, rasa cemas dan deg-degan juga masih menghantuiku, bagaimana jika nanti dirumah ªku tidak bisa tenang. Kejadian tengah hari tadi benar-benar membuatku ketakutan.


***bersambung...

Hipokalemia 1

Tak ada yg aneh saat itu, dimulai ketika ªku brosing internet tentang tumor. ªku memang menyimpan sebuah benjolan sebesar telor ayam di tubuhku, bertahun tahun lamanya dimulai sebesar kelereng kecil, ªku menyebutnya uci-uci.
Entah kenapa beberapa tahun belakangan ini pertumbuhannya pesat sehingga ŷanğ awalnya tak mengganggu, jadi mulai terasa nyeri dan kadang kadang sedikit gatal. Warnanya pun menjadi kehitaman.

Sebenarnya sudah sering ªku membuka artikel tentang ini, makanya sedikit heran juga ketika tiba-tiba saat kulihat di cermin benjolanku itu, dadaku berdebar kencang. Ketakutan ŷanğ biasanya kutanggapi biasa saja mendadak begitu mengerikan. Jantungku berdegup kencang, tubuhku terasa mulai melayang, sekujur kaki dan tanganku kesemutan, ªku seperti mau pingsan.

Segenap upaya menenangkan diri kulakukan, ªku baru sadar, dua harian ini ªku belum minum obat hypertensi, biasanya tensicap 12,5 mg ŷanğ kuminum, kadang sekali kadang juga dua kali, melihat hasil tensimeter ŷanğ rutin kulakukan. ªku tidak mau terus menerus tergantung dengan obat, itulah alasanku.

Setelah meminum sebutir obat itu, ªku mengambil wudhu dan sholat dhuhur. Aneh sekali, semakin ªku konsentrasi tubuhku berguncang semakin hebat, kesemutan mulai menjalar keseluruh tubuh, dadaku mulai sesak. Kubatalkan sholat saat memasuki rokaat ke dua, ªku berlari ke belakang mencari udara segar, kubuka semua kunci rumah, sebentar lagi anakku pulang dari sekolahnya, lebih baik terbuka kuncinya daripada ªku terjatuh duluan, اَسْتَغْفِرُاَللّهَ.. ªku seperti melayang rasanya..

Setelah agak membaik ªku mengaji menenangkan pikiran. Berhasil, sedikit berkurang kesemutanku, ªku kembali sholat dengan duduk di sofa, اَلْحَمْدُلِلّهِ selesai sampai rokaat terakhir.

Selang beberapa saat, degup jantungku kembali kencang. Kesemutan mulai menjalar sampai ujung rambut. Panik tentu saja, sebentar lagi anakku pulang dari sekolah, tak terbayang jika dia mengetahui kondisiku.

Tak ingin berlama-lama dan berusaha menghindari anak, ªku menelpon mbak tetangga belakang rumah, menitipkan anak tentu saja, kutinggalkan beberapa pesan, salah satunya 'makan dulu sebelum brangkat les, mama belum pulang, masih jalan-jalan dengan temannya.'

***bersambung....

Jumat, 17 Juni 2011

Menjelang Bagi Rapor

Dari kemarin-kemarin anakku sudah banyak berdo'a agar naik kelas, bahkan di depan Ka'bah kudengar do'a itu disepanjang thowafnya.

"Nanti kalau aku tidak naik kelas, Mama jangan marah ya?" katanya suatu ketika.

"Ya nggaklah...Yang Mama takutkan adalah kalau anak mama jadi malu..."

Tiba-tiba ada telepon dari sekolahnya, padahal hari sudah menjelang asar.

"Ibu....saya Bu Ery, wali kelas ananda, ini baru saja rapat guru membahas kenaikan kelas. Nilai PAI ananda dibawah KKM, Bu...terutama Al Qur'an Hadist. Kami memberikan kesempatan agar nilai ananda bisa diperbaiki, mengingat nilai PAI harus berada di atas nilai KKM agar ananda bisa naik ke kelas 6."

Agak lemeees.....mengingat malam sebelum ulangan mata pelajaran itu...

"Materinya Al Buruj, terjemahan dan keterangannya ( ada di buku catatan ), hukum mim sukun dan khulafaur rosyidin." aku membacakan kisi-kisi yang sudah diberikan, "Hafalan sama Mama yuuuk...pasti sudah hafalan dikelas kan?."

"Itu bukan dihafalkan, Mama...... difahami, lagian materinya nggak ada di buku catatan.."

"Kok bisa nggak ada di catatan?...di juz amma kan lengkap say..tinggal dihafalkan disitu sudah cukup, sama saja..." kataku sambil melihat buku catatannya. Yang ada memang nggak sampai sehalaman, keterangan dan hikmah diturunkan surat Al Buruj, surat ke 85 itu.

"Lho, kok belum diajarin sudah masuk ulangang? apa sudah ditulis, terus nggak mencatat kali ??" tebakanku membuatnya sedikit marah.

"Mama jangan menuduh dong...! memang segitu aja yang diajarkan..."

"Ya sudah..., hafalan juz amma saja.." sambil kusodorkan terbuka surat Al Buruj.

"Nggak dihafal, Mamaaaaa....susah sih ngomong sama Mama, di   fa   ha   mi... bukan  di  ha  fal...!" jawabnya sudah dengan nada tinggi.

"Namanya besok ulangan, ya harus dihafal dong...! bagaimana kalau soalnya 'Apa arti ayat ke 12 dan bagaimana bunyinya?.''

"Tau dah...Mama nggak ngerti!" jawabnya sewot, "Pokoknya aku maunya memahami saja, lagian dicatatanku nggak ada! cuma selembar doang, apa susahnya menghafal!"

Aku sudah mulai capek berdebat, ku-ambil juz ammma dan mulai kutanya ayat per ayat. Tentu saja anakku belum hafal. Pasti dikelas belum hafalan surat ini, jika tidak dia akan lancar menghafalnya.
Terakhir hafalan surat pendeknya adalah As Syams lengkap arti dan penjelasannya.
Atau jangan-jangan waktu menghafal surat ini bertepatan cuti sepuluh harinya kemarin.

Agak susah memaksanya kali ini, yang ada difikirannya adalah 'dipahami' bukan 'dihafalkan', ditambah 'dicatatan' buka 'di juz amma'.
"Oh anakku...!" pekikku jengkel. Namun tetap kupaksakan walaupun hari itu penuh pertengkaran kecil.

"Mama pinter, yang keluar tadi ayat ke 12 dan artinya" katanya sepulang ujian.
Kubiarkan dia menyelesaikan ceritanya. Senyum kecil kusembunyikan agar tak menambah rasa bersalahnya.
"Jelas aku nggak bisa, Ma...aku nggak hafal..." lanjutnya cuek.

Aku terdiam, mau menyalahkan apalagi marah juga terlambat!

Mendengar Bu Ery  mau menutup telepon, aku memintanya menyampaikan sendiri berita dan remidialnya, lengkap dengan anjuran menghafal Al Buruj...
Manggut-manggut kulihat saat mendengar telepon dari gurunya, senyumnya terlihat tegang.

"Mamaaa....jangan marah kalau aku nggak naik kelas ya?.." katanya sambil memelukku.

"Memang nggak naik kelas kata Bu Ery tadi?" tanyaku pura-pura nggak tahu.

"Ya jelaslah...kalau PAI dibawah KKM, itu tandanya nggak naik kelas!, Bu Ery nggak bisa bohong..." dia terdiam sesaat, tiba-tiba.."Ha ha ha....aneh kalau aku nggak naik, kan lucu.....ya Ma???"

"Ya iyalah...lucu banget! jelas!" aku juga tak bisa menyembunyikan tertawaku.

"Ha ha ha.....anaaaaaaak!!!! heeeuuuuuuuh sebal!" jengkel plus kasian melihatnya, yang justru tanpa beban menerima berita itu. yang terpikir olehku adalah 'apa dia nggak merasa malu nantinya?'.

"Masih mending Ma...nggak naik ke kelas 6, memang sulit" katanya santai, keningnya masih mengkerut, tegang, "kalau kelas 2, terus nggak naik,itu yang keterlaluan, mudah gitu...., masih saja nggak naik."

"Siapa yang pernah nggak naik kelas 2?"

"Fikri, saudaranya Farel,makanya sekarang sekelas dengan Farel, harusnya sudah kelas 6."

"Ayo,sekarang belajar!, masih diberi kesempatan besok buat remidi kan? berarti bguru masih belum yakin kalau Ihsan nggak naik kelas."

"Tapi...dibaca saja ya?" masih berusaha negosiasi rupanya.

"Masih ngeyel....di ha pa lin!."

"Di pa ha mi,  Mama......"

"Okay....Mama tanyain ke Bu Ery lagi ya?" aku gantian mengancamnya.

"Ya wes!" suaranya benar-benar meninggi. Dengan tersenyum paksa, "Aku baca berulang-ulang kalau begitu!."

"Okay...Mamananti tanyain satu satu ya...?, bayangin kalau nggak naik bener, lucu lho....." aku menggoda, memancingnya tersenyum.

"Ada syaratnya..." pintanya juga mengancam.

"Apa?...boleh, asal nggak aneh-aneh."

"Gampang, Mama pasti setuju"

"Terserah, asal cepetan belajar, keburu mengantuk!" jawabku mulai nggak sabar.

"Kalau aku berhasil naik kelas, Mama dan Ayah harus membelikan 10 piring batagor!"

Rabu, 15 Juni 2011

SEDERHANA

Ini yang bisa kutulis, setelah lelah tak juga berhasil mengorek dari dua jagoanku, hi hi...berharap dari merekalah aku mendapatkan ide menulis apa kehebatanku sebagai seorang mama.   

Pernikahanku tergolong nekat, sedikit melawan aturan keluarga. Menikah... ketika sedang sibuk skripsi. Yang menikahiku adalah parner skripsi. He he.. biar cepat kelar skripsi maksudnya.... Semua kami lakukan untuk menghindari fitnah, toh sebentar lagi skripsi kami selesai. Keluarga suamiku mensyaratkan harus SUDAH KERJA. Sementara keluargaku tak mensyaratkan apa-apa. Kami menikah syiri selama skripsi namun  kost tetap sendiri-sendiri. Alhamdulillah...kami berhasil lulus dengan nilai terbaik, tawaran melanjutkan S2 berikut ikatan dinas di universitas tempatku kuliah kupegang selama 15 tahun. 
  
Sayangnya, suamiku sebelum wisuda sudah diterima bekerja di luar pulau Jawa. Pilihan tak terlalu sulit buatku, karena aku dari awal sudah memutuskan mengikuti suami kemanapun dia bekerja. Kutinggalkan tawaran menggiurkan itu untuk mengikuti suamiku di pulau Bali. Tak terbayang mencari peluang hidup dikota itu, tujuh tahunku hidup dalam perantauan yang jauh dari kemewahan. Kami tetap menamainya BULAN MADU. Sebelum kami menikah, kami tak sempat menikmati pacaran. Selama di Bali, kami menikmati masa indah itu. Mau disebut apalagi? kehidupan kami benar-benar indah kok... 
Oh iya... kami dikaruniai anak yang ganteng lima tahun setelah menikah. maka anggap saja masa pacaran kami 5 tahun.
  
Ketika kutanyakan pada mereka, "Apa sih kehebatan Mama?" serentak anak dan suamiku menjawab "Mama hebat semuanya...!" Padahal jujur, aku masih merasa belum menjadi MAMA HEBAT. Aku hanya berusaha selalu menyediakan waktu untuk mereka. 
Saat mereka terbangun dari tidur, lima menit sebelumnya aku memeluknya, memastikan mereka bahwa aku ada disampingnya. Saat mereka pulang dari sekolah dan bekerja, akulah yang selalu membukakan pagar dan pintunya, menyediakan minuman dan camilan kesukaannya. Menanyakan sedikit kegiatan mereka sebelum hilang terhapus acara TV ataupun game komputer. Selebihnya? benar-benar FULL MOM, itulah aku. Mencuci, memasak, menyetrika dan lain-lain kesibukan seorang mama. Sesekali ikut pengajian, ikut suami ke proyeknya dan menulis. Ini kegiatanku setahun terakhir, maklum kami masih nomaden, mengikuti tempat kerja suami.   

Hampir setiap hari kudengar kata-kata indah 'MAMA CANTIK', 'MAMA PINTER' dan 'MAMA SEXY' dari dua jagoanku itu, hmmmm.... belum cukupkah narsisku?? Bagiku, menjadi hebat dimata mereka sudah lebih dari cukup, membuatku tak merasa kekurangan apa-apa lagi, kecuali gerah, merasa kurang narsis di MATA ALLOH, hanya itu.   

Kata-kata pujian yang mengalir dari jagoanku itu biasanya muncul saat aku memberikan pelukan dan ciuman, saat berdiskusi dan usai menghidangkan masakan. Tidak terlalu sulit bagiku, mereka tergolong HOMY. Aku hanya menempatkan diriku gudang informasi terkini, koki serba bisa hidangan restoran kesukaan mereka, dan kamus terlengkap jika mereka kesulitan di mata pelajaran dan pekerjaan. Pinter-pinternya kita melihat situasi sih sebenarnya....^.^   

Basic pendidikanku dan suami adalah  SARJANA TEKNIK SIPIL, sedangkan suamiku bekerja di bidang yang benar-benar kupahami, memudahkan kami berdiskusi. Tak jarang aku membantunya menyelesaikan sedikit pekerjaannya. Saat inilah sang MAMA PINTER sering mendapatkan pujian dari suami. Sedangkan anakku gemar menanyakan tentang science, kesehatan dan hal-hal menarik lain disekitarnya. MAMA PINTER kembali diuji. Apalagi  menjelang tidur, banyak diskusi kami pada saat ini. Tak jarang aku browsing internet hanya untuk mencari jawaban pertanyaan mereka. Esok paginya, MAMA PINTER kembali mendapatkan ciuman.  

"Mama, kalau sinar laser itu bisa menghancurkan, kenapa sewaktu batu ginjal di sinar laser, perut kita tidak hancur ya?" ini pertanyaannya tiba-tiba sepulang sekolah. Terus terang aku belum pernah melihat orang dioperasi dengan sinar laser. Pertanyaan itu mengejutkanku, usianya masih belum sepuluh tahun. Kujawab sesuai logikaku, yang terpikir olehku adalah selang yang dimasukkan melalui lubang kecil yang dibuat diperut dan selang itu menuju batu ginjal sasaran. Lewat selang itulah sinar laser diarahkan. Jawabanku melegakannya. Aku yakin suatu saat akan muncul pertanyaan tentang 'selang ajaib' itu. Aku harus benar-benar mempunyai jawaban yang sesungguhnya. 
  
"Mama, si boss menginginkan perubahan gambar, padahal itu berakibat fatal di anggaran" suamiku kelihatan suntuk malam itu. "Ayah harus menghitung dulu, coba di tunjukkan anggaran yang muncul akibat perubahan kecil itu. Jika disetujui, oke aja,  lanjut...." saranku berusaha membantu.   
Sedangkan MAMA CANTIK dan SEXY, biasanya keluar tulus saat bangun tidur. Hmmmm....nggak perlu ke salon dulu kan?, tidak keluar duit juga. Ciuman mendarat bertubi-tubi saat ini, tetap dari dua jagoanku.   

Hal-hal sederhana itulah yang membuat gelar MAMA PINTER, MAMA CANTIK dan MAMA SEXY sering kudengar, nggak jauh beda dengan MAMA HEBAT kan?? Mudah mudahan aku bisa sedikit LEBIH dimata mereka, sehingga gelar terbaikku tetap melekat sampai selamanya.

Rabu, 01 Juni 2011

Kemarin.....

Baru saja kupejamkan mataku, tiba-tiba 'Braaakkk!!
Pintu kamarku terbuka paksa, aku yang sudah mulai terlelap, kaget bukan buatan. Dua lelakiku sudah menubrukku, berebut menciumi pipi...

"Ada apa sih??" kataku pura-pura tak faham.
Padahal dari pagi sampai malam aku menunggu momen ini.

"Kenapa mereka lupa??" aku jengkel sebenarnya, namun mereka terlihat cuek dan melupakan sesuatu.

"Ayah gimana sih Ma, masa hari pernikahannya saja bisa lupa?" sang ayah hanya tersenyum kecut.

"Trus, kok sekarang ingat?"

"Aku nanya ke ayah, 'Ayah, kapan ayah menikah dengan mama?', ayah kaget, terus kita balapan cium mama..." katanya menyudutkan ayahnya.

"Nggak ding..! ayah nunggu anaknya tidur dulu..." katanya membela diri, alisnya naik sambil melempar senyum padaku. Aku tahu rencananya....



Hmmm... penantian seharian terbayar sudah, mereka membuatku tersenyum bahagia...
Semoga mama bisa lebih baik lagi mendampingi kalian.....

Sabtu, 28 Mei 2011

BUKU KE-2


Akhirnya lahirlah antologi kumcer ke 2 , Happy Yummy.. Lumayan cepat proses terbitnya dibanding naskah ŷanğ kutunggu lainnya.
Ini adalah proyek keroyokan dengan beberapa teman dan tetep digawangi mbak cantik Riawany Elita.
Bahagia campur haru rasanya, apalagi sudah ada pemesannya, plus tanda tangan pula...
Hwaa... seru ternyata..!! ^.^

Sudah terpublish.
Rasanya bahagia bercampur deg-degan. ªku takut membayangkan tanggapan teman2ku apalagi guru2ku...
Bagaimana mereka menilaiku??

ªku ingin meyakinkan mereka, ªku akan berusaha lebih baik lagi.. ªku tak akan mengecewakan mereka, orang2 ŷanğ berjasa dalam hidupku..
Bapak/Ibu, saudara2ku, Suami, Anak, Guru2 dan teman2ku...

ªku sedang terbangun dari mimpi panjangku, keluar dari istana mungilku, sekedar merasakan nikmatnya angin ŷanğ menyapaku..

Trimakasih Ayah... Karena kesabaranmu, ªku mendapatkan kesempatan ŷanğ panjang menunda setrikaan, cucian,mengepel dan menjadi pelanggan delivery order..
Duuh... Kalau saja Ayah sedikit galak, Mama nggak akan sempat menghasilkan sebuah karya..

Trimakasih buat anakku, kau adalah sumber inspirasi Mama..keunikanmu, menjadi sebuah tulisan-tulisan indah, membuat semangat Mama bertambah, ingin menjadi ibu terbaik buatmu.
Pernah terlontar, dirimu ingin mempunyai Mama ŷanğ bukan hanya seorang ibu rumah tangga.. Kepolosanmu membangunkan Mama..
Trimakasih buat semua supporterku.. Kalian membuatku tersadar, bahwa namaku masih jelas dalam ingatan kalian.. ªku akan berusaha memperjelasnya.."Hay.. Ini ªku.."
Sebuah tuntutan kecil ŷanğ harus ªku penuhi..
Segarnya angin di luar istana mungilku, membawaku ke ingatan masa lalu...
Ayah.. Ijinkan Mama menuliskannya..
Kelak bisa menjadi sebuah cerita indah untuk anak kita..

Trimakasih... ªku akan menggenggam bahagia saat ini..dihati..




Happy Yummy
Penulis: Riawani Elyta, dkk, Kategori: Kumpulan Cerpen

ISBN: 978-602-9079-75-3
Terbit: Mei 2011
Tebal: 153 halaman
Harga: Rp. 35.400,00

Deskripsi:
“Martabak Kinoy”, plang nama berwarna warni mencolok itu tergantung dibawah lampu neon. Nama yang barusan hendak ia tinggalkan, namun mendadak menyergapnya dalam gegap yang gemuruh, hingga tak kuasa lamunannya mengangkasa selama beberapa detik sampai akhirnya keributan sesaat itu terjadi. Bodoh. Bathinnya merutuk. Hanya dalam hitungan detik, namun keliaran itu nyaris saja memadamkan eksistensi jiwa-raganya yang memang telah separuh mati.

********

Martabak Kinoy, bersama empat belas cerpen lainnya yang termuat didalam antology ini membuktikan pada kita semua, bahwa eksistensi makanan telah mengalami lompatan besar dari semula yang hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan dasar, kini telah menjelma menjadi sumber inspirasi yang tak akan pernah kering untuk digali. Kita akan menemukan kehadiran berbagai ragam kuliner khas tanah air dalam bentuk fiksi yang dibalut dalam nuansa optimisme, cinta, bahkan konflik kehidupan didalam setiap lembarnya.

Rabu, 11 Mei 2011

THOWAF WADA'

WISATA HATI --------> part 13

Sebenarnya kami berdua ingin sendirian mengucapkan perpisahan pagi itu, selesai subuh. Namun karena diburu waktu mengemas bagasi, akhirnya kami ikut rombongan bis 1 ŷanğ dijadwalkan usai sarapan.
Semuanya ikut, rombongan kecil kami serempak memakai baju putih-putih.

Sepanjang thowaf air mataku tak berhenti mengalir, ªku sering menyembunyikannya dari anakku ŷanğ sesekali melihat ke arahku. "Mama menangis?" katanya curiga, "Besok-besok kan kita bisa ke sini lagi, Ma.." ªku dengan segera meng-amininya.

Thowaf wada' sama seperti halnya melakukan thowaf sunnah, dilakukan sebagai ibadah ŷanğ terakhir kali dilakukan di masjidil harom, maka dinamakan thowaf perpisahan.

Usai thowaf kami berdo'a di hadapan pintu Ka'bah, sepuasnya. Tak kuhiraukan rombongan ŷanğ sudah bergerak kembali ke hotel. ªku benar-benar masih ingin berlama-lama di situ.
Kuulangi lagi do'a-do'ªku sepanjang thowafku, saat usai dhuha, asar ataupun sesudah malam datang.. Kakiku masih mampu mengitari bangunan suci itu dua tiga kali lagi, namun hari ini ªku harus menyudahinya..
ªku tak rela...maka ªku meminta Allah mengundangku kembali..

Kupandangi Ka'bah ŷanğ tampak wibawa dengan jubah sutra hitamnya, berhiaskan sulaman benang emas. Pintunya kokoh menyambut ribuan do'a ŷanğ terfokus pada_Nya, dalam medan maghnet al multazam, diantara pintu dan batu surga.
ªku beruntung telah menggapainya.
Kuingat perjuangan kami saat itu..

Alloh... ªku bersyukur sudah menerima kado terindahmu..
Alloh... hanya karena seijin_Mu, kami sudah menikmati perjamuan istimewa dari_Mu...

Pusaran orang-orang itu hendak menyeretku kembali, ªku mengikutinya sambil menghampiri maqom Ibrahim, mengintip jejak tapak kaki itu untuk terakhir kalinya.
Kerumunan manusia berdesakan memenuhi hijr Ismail, ªku hanya bisa memandanginya dari jauh.

Kulihat semua rombongan kecilku memuaskan diri meminum air zam-zam, anak dan suamiku malah mengguyurkannya ke rambut mereka.
Kami juga mengambil foto sepuasnya. Namun sayang tak satupun foto ŷanğ memuat gambar kami bertiga, ªku, suami dan anakku. Duuh .. Memang harus diulangi lagi ini.. ^.^

Sambil menuju hotel, kupuaskan memandangi Ka'bah, platarannya, tangga masjid, suasana dalam masjid ŷanğ penuh orang-orang membaca Al Qur'an, bercakap-cakap ataupun sekedar mengagumi Ka'bah dari tempat duduknya.

Di luar masjid, beberapa foto juga masih kami ambil, anakku masih berlari-larian lepas di plataran ŷanğ luas itu. Semua berlapis marmer, megah...
Subhanallah...

Allah...dengarlah ªku, ªku ingin kembali lagi...

MENGHABISKAN MALAM DI MASJIDIL HARAM

WISATA HATI -------> part 12

Jam 10.30 suasana masjidil haram masih saja penuh, kami turun sebentar membelikan roti dan makan malam untuk anakku ŷanğ tertidur pulas sepulang tour. Dia hanya bangun sebentar isya dan tertidur pulas kembali.
Makanan ŷanğ sepenuhnya menu hotel Saudi, lama kelamaan membuat restoran jatah kami semakin sepi. Ada alasan lain, bagian bawah hotel adalah mall. Mungkin maghnet mall dan isinya lebih menarik dibanding menu makan restoran hotel ŷanğ kian tak menarik.

Sekitar masjidil haram dikelilingi hotel dan mall, sepulang berjama'ah dari masjid kami sering memutari deretan toko-toko itu, beragam parfum dan tempat-tempat uniknya, toko pakaian mulai dari underwear sampai jubah dan baju koko, mainan juga souvenir.
Harganya juga bisa ditawar kok, banyak penjualnya ŷanğ pandai bahasa Inggris dan Indonesia.

ªku sempat mampir di toko pakaian muslim, isinya bermacam jubah ala Arab. ªku membeli untuk anak dan suamiku, juga orang tua dan keponakan laki-lakiku. Lucu kali ya..jika lebaran besok mereka seragam memakainya..^.^

ªku juga tertarik dengan aneka parfum dan tempatnya, baunya tak membuatku mual, biasanya ªku paling ogah diajak masuk ke toko parfum di Indonesia, baik itu ŷanğ bermerk apalagi ŷanğ pasaran. Heran, begitu  masuk toko parfum di situ rasanya ªku ingin berlama-lama, aromanya wangi ... Ya iyalah..^.^
Ada hajar aswad, coco sina, malaikat subuh, sulthon, silver dan masih banyak lagi. Penjualnya kelewat cepat menyebutkan satu-persatu. Saat kami menanyakan kembali, dia hanya memberi kami selembar kartu nama.

Lho... Masih keliling mall juga? ^.^ .. Sampai tengah malam banyak toko ŷanğ masih buka, tak lupa ªku juga membeli jaket tebal, dua jubah hitam untukku sendiri (weleeeh...), harganya sekitar 150 an real.. lumayan, sebagai kenang-kenangan kalau ªku sudah pernah ke Arab Saudi...hwaa. kasian deeh..!
Beberapa souvenir cantik juga ªku beli, untuk oleh-oleh tentunya.

Setelah puas, ªku kembali ke kamar, bapak, ibu dan anakku ternyata sudah tertidur pulas, ªku meletakkan makanan dan belanjaan di situ. Kemudian kutinggalkan mereka, kami menuju Baitullah kembali, menghabiskan malam berdua di sana, melebur bersama ribuan orang ŷanğ juga berniat sama.



Dengan berpegangan tangan kami masuk dalam putaran thowaf, semua isi hati tercurah dalam do'a-doa kami, memuji_Nya, memohon ampunan, meminta rahmat, keselamatan, kesehatan, kebahagiaan bahkan derajat ŷanğ lebih baik dari sebelumnya.
Hati kami beri'tikad sama, meminta kebahagiaan dunia dan akherat kami, juga tambahan keturunan sholeh/sholehah.
Pegangan tangan kami semakin kuat dalam setiap putarannya, sekuat lantunan do'a,
hatiku haru....

Allah...ijinkan hamba_Mu menemaninya sampai batas usiaku, ªku menginkannya menjadi imam sholehku, menjadi bapak teladan dari anak dan juga diriku.
Ijinkan ªku menjadi istrinya  ŷanğ sholehah, penyabar dan setia mendampinginya.
Ijinkan ªku menjadi ibu ŷanğ bisa membawa anak-anakku menjadi manusia ŷanğ berguna bagi agama dan lingkungannya.
Allah...ijinkan ªku mendampingi mereka, anak-anak, suami dan keluargaku,kelak di surga_Mu..

Putaran kami terhenti dalam hitungan ke tujuh, kami menutupnya dengan do'a dan sholat di belakang maqom Ibrahim.
Setelah itu kuminum segelas air zam-zam dan kami bergegas pulang ke hotel. Nanti menjelang subuh, kami akan melanjutkan tahajud. Kami ingin memejamkan mata sejenak.



Empat malam di masjidil haram terasa begitu singkat, sepertinya baru kemarin kami datang, tiba-tiba esok harus kutinggalkan tempat penuh kenangan ini.



Betapa malam-malam indah itu terbawa sampai berhari-hari saat ªku sudah di tanah air, sampai saat ªku menulis ini,
Semalam ªku juga masih memimpikannya, thowaf mengeliling ka'bah.

BERTEMU ARTIS DAN KE MUSEUM KA'BAH

WISATA HATI -------> part 11

Jadwal ke museum adalah tentatif, jika diijinkan, kami mengunjunginya. Alhamdulillah, ternyata rombongan kami diijinkan melihat museum Ka'bah. Kami disarankan memasuki museum usai magrib.

Kami berangkat sesudah sholat asar, tujuan pertama adalah bertemu dan berkenalan dengan artis padang pasir, siapa lagi kalau bukan unta. ^.^
Ada banyak peternakan untuk tersebar di sepanjang gurun di Makkah, kami mengunjungi salah satunya, kamipun disarankan mencicipi susu unta, hmmm...

Begitu sampai, aroma mirip kandang sapi menebar, beda tipis...^_^
Anak-anak serentak berusaha memegang binatang berbadan besar itu, mereka juga berebut memberi makan dengan rumput kering ŷanğ sudah dipack padat segi empat. Sepertinya, mereka mendatangkan rumput-rumput itu dari luar Arab, mengingat sepanjang perjalanan tak pernah kutemui padang rumput.




Binatang-binatang itu bersih dan jinak, ªku beberapa kali memegang dan membelai mereka. Apalagi ŷanğ masih kecil, terlihat lucu, memandangi kami ŷanğ juga terheran-heran takjub melihatnya. Bulu mata mereka lentik, maka jika memakai maskara dan pelentik bulu mata, sesungguhnya kita meniru keindahan dan kelentikan bulu mata unta.. ^.^..



Ada dua orang sedang sibuk menakar susu, teman-teman serombonganku membelinya, rata-rata dua botol. Hmmm..penasaran dengan rasanya..
Ternyata mirip santan, gurih dan tidak amis. Tapi, ªku cukup mendengarnya dari anak dan suamiku, ªku sendiri sudah eneg mendengarnya..
Kami membeli 4 botol seukuran 6oo ml. Maklum, ternyata 4 pasukan kecilku menyukai rasa susu unta.



Menjelang maghrib kami mengucapkan goodbye pada artis-artis cantik, unta padang pasir. Perjalanan kami lanjutkan ke Hudaibiyah.


Di tempat itu hanya tinggal reruntuhan bangunan tempat perjanjian hudaibiyah dilakukan. Kami hanya mengambil foto berlatar belakang bekas reruntuhan bangunan bersejarah tersebut. Disebelahnya terdapat masjid tua, kami melaksanakan sholat maghrib berjama'ah.

Tak seberapa jauh bis sudah memasuki areal parkir Museum, kami disambut seorang petugas ŷanğ berbicara ala Indonesia, "Ini jama'ah umroh dari Indonesia dan dipersilahkan untuk masuk ke museum Ka'bah, silahkan atau monggo.."..
Serentak kami semua tertawa, petugas menjadi salah tingkah karena menjadi sasaran beberapa kamera kami.

Isi museum terdiri dari beberapa foto dan dokumen sejarah, pintu, pilar, kain penutup dan beberapa benda-benda ŷanğ dahulunya adalah bagian dari Ka'bah, mereka diganti secara berkala.



Pintu masjidil haram juga ada, jam menara, tangga Ka'bah (dahulu pintu ka'bah berada di sisi samping atas), denah Ka'bah, liang emas batu hajar aswad dan masih banyak lagi.






Ada satu gambar ŷanğ membuatku takjub, ternyata air zam-zam muncul dari celah-celah batu cadas. Dalam foto itu, air seolah keluar dari batu, subhanallah...

Sayangnya waktu kami hanya setengah jam, kami harus bergantian dengan antrian banyak orang ŷanğ sudah menunggu diluar museum. Beruntung jepretan kamera kami bisa memuaskan kami melihat benda-benda berharga itu.

Malam terasa cepat berlalu, kami harus segera mengejar isya berjamaah di masjidil harom.

Selasa, 10 Mei 2011

PAK SYAMSUL

WISATA HATI ----------> part 10

Siang itu kami sedang makan di restoran, menu ŷanğ kuambil kukira daging asap, eh ternyata setelah kugigit rasanya gandum asap, eh panggang!

Kami bertemu dengan Pak Syamsul.

"Lho, Pak? Malam itu belok kemana?" tanyaku mengagetkan beliau.

"Masya Alloh...Jeng, ngapunten. Tak kiro ªku kuat, nyatane pisah karo rombongan jebule sengsoro!" jawabnya dengan logat jawa banget, beliau adalah rombongan asal Jogja.

"Lha njenengan kok bisa pisah bagaimana tho Pak?, saya nyari-nyari sampai selesai muter, Njenengan tetep nggak ada.." kata suamiku/

Kami bertiga dalam satu meja.

"Waah, Mas ..kulo muter sampe gempor, lha sampai bar subuh, Mas..nggoleki jalan nggak ketemu!"

He he.. Jadi teringat ªku ŷanğ juga thowaf subuh itu, mengitari masjidil haram, mencari gate 1.
Kasihan juga, seusia beliau dengan kaki ŷanğ bermasalah, pastinya perjuangan berat mendapatkan jalan keluar dari areal masjid seluas itu.

"Terus, kok akhirnya ketemu jalannya Pak? tanyaku penasaran.

"Kulo sholat Jeng, kalihan dungo... Alloh itu memang Maha Pengasih, Jeng..bar sholat kui, kok jadine lancar ketemu..Alhamdulillah.." jawabnya senang. Diwajahnya masih terlihat kelelahan.

Entah mengapa, beberapa kali Pak Syamsul mengalami 'sesuatu', saat itu secara kebetulan kami berada disitu.
Saat hilang dan sepakat sa'i, beliau sendirian duduk termangu menunggu rombongan ŷanğ tak jua menjemputnya, kamipun begitu.

Usai sholat di masjid, kami bermaksud langsung ke kamar. Kami menemukan Pak Syamsul sedang menunggu seseorang, wajahnya tampak bingung.

"Nunggu siapa Pak?" tanyaku

"Oalah Jeng, Mas.. Kulo nunut ke toilet ya?, saya nggak bawa kunci kamar, kan berempat, kuncinya cuma dua, jadi saya kadang ya tunggu-tungguan kalau mau masuk kamar.." katanya sedikit memelas.
Tentu saja dengan sukarela kami mempersilahkan Beliau. Sebenarnya kami berada satu lantai, hanya selisih tiga kamar sepertinya.

"Monggo Pak, silahkan.." aku mempersilahkannya..

Sejenak kami berlima mengobrol banyak, sambil menunggu kemungkinan teman sekamar bapak itu pulang dari masjid. kebetulan bapak mertuaku sama usianya dengan pak Syamsul.

Pak Syamsul berangkat berdua dengan istrinya, namun karena terdapat empat pasangan lansia ŷanğ sebaya, mereka berpisah kamar, memesan dua kamar berisi empat bed. Bapak-bapak sendiri dan ibu-ibu sendiri.

Saat bersiap-siap pulang ke Jakarta terjadi peristiwa lucu. Suamiku mengobrol bersama jama'ah pria di lobby hotel, diantaranya ada pak Syamsul juga.

Pak Syamsul berpeci hitam
.
Entah mengapa, saat semua bergegas chek out hotel, suamiku merasa tas ŷanğ dibawanya bukan tasnya.

"Ayolah..dibawa aja..toh nanti ketemu juga di bis..!" ªku takut ketinggalan rombongan.

Saat turun dari lift anakku buru-buru mengejar pak Syamsul.

"Iya Ma... Itu tasku..!" katanya yakin.

Duh.. padahal tas kami dua kali lebih berat dari tas beliau, kulihat dia berulangkali menaikkan tas kami ke pundaknya.

"Mbah!..Mbah!... itu tasku!" cegat anakku, mengagetkan si bapak.

"Lhoh Le...kok iso sih..!". Semua rombongan jadi tertawa melihat kejadian itu.

"Itu, tasnya Mbah dibawa ayahku!"

Suamiku sudah menunggu dibawah, dia hanya tersenyum saja melihat pak Syamsul ŷanğ serba salah.

"Kok iso tho Mas.. "

"Warnanya hampir sami Pak... Makanya kok tambah enteng tas saya.." jawab suamiku sambil menukar tasnya.

Sepanjang jalan jadinya kami sering mengobrol, sampai akhirnya kamipun berpisah di cengkareng. Rombongan si bapak transit menuju Jogja.

"Insya Allah nanti kita bisa ketemu lagi!"...

TOUR KELILING MAKKAH

WISATA HATI ------------> part 9

Rute kami adalah Jabal Nur, Gua Hiro', Padang Arofah, Jabal Rahmah, Muzdalifah, Mina dan Ji'ronah.

Ji'ronah adalah tempat pengambilan miqot ŷanğ berada di kota Makkah.
Kami dipersilahkan melakukan umroh badal (mewakili) ataupun umroh buat diri sendiri.
Syarat ŷanğ dibadalkan adalah sudah meninggal dunia atau sudah tidak memungkinkan mereka untuk bisa berumroh, boleh keluarga atau siapa saja ŷanğ dikenal baik.

Kami memutuskan tak melakukan umroh lagi, hanya akan thowaf sunnah dan ibadah ŷanğ lainnya.
Untuk ŷanğ berumroh, harus sudah mandi, membawa kain ihrom dan kelengkapan berihrom.

Kami berangkat setelah sarapan, tetap di bis masing-masing, kami menuju Goa Hiro'. Sayangnya rute pertama ini kami hanya bisa memandangi dari kejauhan, ada perbaikan dan gua tidak bisa terlihat dari jalan. Bis hanya berhenti 2 menit saja.


Tak berapa lama kami sampai di Ji'ronah, tempat miqot ŷanğ paling mulia.
Di rombongan kami ada 3 orang ŷanğ melakukan umroh lagi, mereka mampir sejenak untuk mengambil wudhu, sholat sunat ihrom dan kemudian mengambil niat. Tetap di pandu oleh muthowif.
Selanjutnya kami melanjutkan tour kami.

Bis melaju ke Jabal Nur, di gunung ini terdapat Gua Tsur, tempat persembunyian Nabi saat dikejar-kejar kaum Quraisy, Beliau ditemani sahabat setianya Abu Bakar.
Mereka bersembunyi selama tiga hari tiga malam.
Dua orang ŷanğ berjasa dalam persembunyian itu adalah putra Abu Bakar ŷanğ bernama Abdullah, usianya masih 9 tahun, bertgas sebagai mata-mata ayahnya.
Juga putri Abu Bakar ŷanğ bernama Siti Asma', bertugas mengantarkan makan dan minum, padahal saat itu sedang mengandung 9 bulan.



Dalam jarak pandang ŷanğ jauh terlihat bintik-bintik putih sedang merayap naik, mereka adalah para jama'ah ŷanğ berusaha melihat gua Tsur.
Gua itu berdiameter pintu 3 m, namun aneh, sepertinya elastis pintu batunya, memungkinkan orang berbagai ukuran bisa memasukinya.
Subhanallah...
Didalam gua lebih lapang lagi, cukup untuk dua orang sholat disitu, dan pintunya langsung menghadap Ka'bah!

Setelah bisa keluar dari gua inilah Rosululloh menuju Madinah dan mendirikan masjid Quba, dimasjid inilah dilakukan sholat berjamaah ŷanğ pertama kalinya.

Kami hanya mengambil beberapa foto dari pinggir jalan, cuaca sangat panas terik. Kami harus melanjutkan perjalanan ke Padang Arofah.

Sepanjang jalan pemandangannya sangat indah, maklum kami melewati kawasan elite di mekkah, namanya komplek Awali, tempat singgasana orang kaya di kota mekkah.
Ada sebuah rumah sakit gratis ŷanğ kami lewati, Al mustafa An Nuur. Biasanya saat musim haji, rumah sakit ini penuh sesak.

Memasuki padang arofah terlihat banyak pepohonan hijau. Menurut Muthowif, pohon-pohon hijau itu adalah sumbangan dari Indonesia, makanya dikenal dengan nama pohon Sukarno.



Dan diantara tanda-tanda datangnya hari kiamat adalah ketika padang arofah sudah mulai terasa teduh..
Astaghfirulloh...

Dibuat 9 jalur jalan menuju padang ini, juga ke Mina dan Muzdalifah. Bahkan saat ini sedang dibangun monorel untuk kereta dari makkah menuju padang arofah, diharapkan tahun depan monorel ini siap digunakan.


Banyak tanda-tanda berwarna kuning mengitari padang tandus itu, kita harus mencermatinya, sebab itu adalah batas padang Arofah.
Saat wukuf, pastikan kita berada di wilayah Arofah.

Di sana terdapat sebuah masjid besar, namanya masjid Namira. Masjid itu praktis hanya sekali ramainya, yaitu saat musim haji saja, tepatnya tanggal 9 dzulhijjah.
Hati-hati, bagian luar masjid itu ternyata ada ŷanğ berada diluar wilayah arofah.


Padang Arofah sebagian besar terlihat gersang dan panas, tak ada selembar awanpun ŷanğ mengayomi wilayah tersebut. Benar-benar tergetar hatiku melihatnya, membayangkan padang mahsyar kelak.
Semoga Alloh senantiasa melindungi kami dari siksa neraka..

Setelah itu bis melaju ke Jabal Rahmah, tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa.
Kami disarankan berdo'a menghadap kiblat, demi kebahagiaan dan keutuhan rumah tangga kita.
ªku menyempatkan berdo'a berdua, setelah itu berfoto bersama.




Banyak ŷanğ menjual souvenir disini, juga buah hawa. ªku membelinya 3 biji, seharga 5 real, katanya untuk obat memperoleh keturunan.

Ada unta ŷanğ siap dinaiki, sekali naik 5 real, untanya jalan 5 real, kena jepret 5 real lagi, kurang pas jepret 5 real lagi... ^.^.. Kalau kita diam saja menurut bisa-bisa kalau ditotal menjadi 40 real..makanya jangan segan menolak!


Ada juga motor ATV , sama juga, sekali naik 5 real, belokan dan muter lagi 5 real..di jepret 5 real... He he..


Ada tugu di atas gunung itu, disanalah Adam dan Hawa bertemu, namun tempatnya tinggi, berbatu dan terjal. Kami dilarang naik, karena waktunya terbatas.


Setelah puas berfoto, kami menyusuri Muzdalifah, kemudian Mina. Banyak perbaikan jalan di rute ini, bis hanya berputar-putar mencari jalan keluar kembali lagi ke Mekkah.

Senin, 09 Mei 2011

MENDAPATKAN KADO ISTIMEWA

 WISATA HATI --------------> part 8

Agenda hari ini adalah istirahat  dan  melengkapi ibadah sunnah lainnya.

Setelah hilang lelah dan kantuk, kami masih penasaran ingin melakukan thowaf kembali, Bapak memutuskan tak ikut.

Usai dhuha kami berempat melakukan thowaf sunnah. Alhamdulillah, masih terlihat longgar ..

Anakku juga masih disibukkan dengan do'a-do'anya, ªku berusaha mengalihkannya dengan do'a ringan ŷanğ dihafalnya, kadang masih bisa diikutinya namun kadang hilang, kalah dengan do'anya meminta sederet mainan.

Lancar kami menyelesaikan putaran sampai tujuh, kami berdo'a di Multazam ( kami hanya bisa mengambil arah sudutnya, karena sdh tidak memungkinkan, manusia berjubel sesak disitu..)

Alhamdulillah posisi kami berada di sudut hajar aswad dan pintu Ka'bah, berada didepan garis maqom Ibrahim.
Setelah itu kami mundur kebelakang, sholat sunnah di belakang maqom Ibrahim.



Setelah selesai kami berempat beriringan menuju Hijr Ismail. Dalam desakan banyak orang kami berhasil menyentuh Ka'bah..
Subhanallah...Allohu Akbar!

Seolah terbius, hati kami langsung luruh..

Isak tangis tak terbendung lagi keluar, sampai dadaku sesak, sedu sedan memaku tangan dan wajahku pada bangunan kokoh berselimut sutra itu. ªku keluarkan segenap laraku, ªku adukan semuanya...

Disampingku, suamiku juga tenggelam dalam tangis panjangnya, ibunya mengusap-usap punggungnya, air mata Beliaupun menetes menyaksikan sang anak menyelesaikan pengaduannya.

Sementara anakku juga terlihat sembab matanya, dia bingung menyaksikan kami menangis, dia hanya terdiam bersandar Ka'bah..
Melihatku dan ayahnya menangis..

Setelah puas mengadu, kami mundur kebelakang menuju deretan orang-orang membentuk shaf sholat.
Tujuan kami mencari tempat terlindung agar tak terinjak lalu lalang orang.

Alhamdulillah..sekaligus kami menemukan 4 tempat aman. ªku ŷanğ paling rawan tempatnya, berada dipinggir dan berbatasan dengan orang ŷanğ desak-desakan mencari tempat sholat.

Atas Kuasa Allah, ªku mendapat perlindungan barisan orang ŷanğ sabar mengantri tempat shaf kami.

Kami selesai dengan aman..beriringan kami keluar dari Hijr Isma'il, mencoba melihat peluang menuju Hajar Aswad!

Anakku berada didepan ayahnya, tiba-tiba ada seorang laki-laki warga negara Indonesia menggandeng erat anakku, kutanya pada suamiku

"Apakah dia orang kita?" Suamiku menggelengkan kepala.

"Hati-hati Yah..pegang anaknya!" jawabku agak khawatir.

Lelaki itu menanyakan sesuatu pada anakku "Mau cium Hajar Aswad, Dek?"

Dengan polosnya anakku mengangguk.

Kami mengikuti lelaki itu menerobos kerumunan orang,
"Hati-hati Pak, jangan lepas pegangan!, ikuti petunjuk kami!" kata lelaki itu sambil terus membawa anakku mendekati Hajar Aswad.

Mendadak hadir disamping kami beberapa orang, mereka membuat pagar hidup membawa kami semakin dekat dengan batu surga itu.

Berada ditengah-tengah ratusan orang dalam satu titik tuju ŷanğ sama, berebut tempat, Masya Allah.. Seperti tenggelam dalam lautan rasanya..
Sebentar ªku melongokkan kepala mengambil nafas,kemudian kembali memusatkan tenaga menahan himpitan banyak orang. sekilas kulihat anakku ŷanğ sempat terjatuh ditangga dibawah batu dalam rumah emasnya,

"Bangun Dek!, jangan sampai jatuh!". kudengar lelaki itu berusaha melindungi anakku, dia kulihat berhasil memasukkan kepalanya dalam liang batu.

Tangan-tangan kekar berusaha menghalau kepala kecilnya,
 "Allahu Akbar!"
 ªku hanya bisa menahan nafasku, menyaksikan perjuangannya.

Setelah itu tak lagi kulihat anakku.

Giliran suamiku, tak begitu jelas ªku melihatnya, saat itu ªku sedang berjuang melawan himpitan manusia-manusia kekar itu,
"Ibu, jangan menyerah..kepala tetap menengadah agar bisa bernafas, jangan sampai jatuh!" kata lelaki ŷanğ melindungiku.

Sekilas kulihat tatapan mata suamiku, tangannya perlahan terlepas dari tanganku.

"Kita bertemu di belakang Pak" kata lelaki ŷanğ melindungiku.

Masih terbayang (bahkan sampai sekarang..) tatapan mata suamiku dipuncak kepasrahannya, saat melepas genggaman tangannya dari tanganku. Seolah itu untuk ŷanğ terakhir kalinya..

ªku tak melihatnya kemudian.
Sayup masih kudengar suaranya , "Alahu Akbar!"

Satu-satunya ŷanğ masih dalam genggamanku adalah tangan Ibu.
Tubuh rentanya merapat dan dalam perlindungan dua orang lagi dibelakangku.

Giliranku, ªku mengerahkan sekuat tenagaku melawan tubuh-tubuh beragam bangsa itu,
Bismillah..
ªku berhasil berdiri tepat diliang emas itu,

"Masuk Bu! Dan segera cium batunya!"

ªku mengikuti suara itu, dan Allahu Akbar, ªku mengecup lama batu hitam mengkilat dari surga, Hajarul Aswad.

Seluruh perjuanganku kudekap lega
Alhamdulillaah..
Panjang ku hela nafas..

Anehnya, dalam himpitan ratusan orang itu, dalam puncak keberhasilanku pagi itu, ªku masih bisa meraih tasku ŷanğ terlepas dan terjatuh ke lantai.

Ibu ŷanğ terlepas saat ªku meraih liang emas, ternyata juga bisa mencium batu itu setelahku.

Kami beriringan menepi sambil mengambil nafas sebanyak-banyaknya, harapanku segera menemukan belahan hati, suami dan anakku.

Alhamdulillah mereka sudah menungguku di dekat Maqam Ibrahim.

Kami terduduk bahagia, sudah melewati perjuangan hidup dan mati semenit ŷanğ lalu.

"Kasih uang ya Yah..?" pintaku pada suamiku.

Kurogoh seluruh isi tasku, kutemukan beberapa lembar real ŷanğ ada didalam dompetku.

Mereka menawar, namun ªku hanya membawa sedikit uang, kutanyakan pada mereka,

"Apa kalian ikhlas membantu kami?"

"Ya Pak, Bu..kami ikhlas!"

Kamipun bersalaman mengucap banyak terimakasih.

Esoknya saat kami tour keliling Makkah barulah kami mengetahui, mereka adalah para joki ŷanğ memang menjual tenaganya untuk mengantar orang-orang ŷanğ berkeinginan mendekati dan mencium Hajarul Aswad.

Alhamdulillah... Sekali lagi ªku berseru, jika saja dari awal kami mengetahuinya, mungkin berbeda ..

Sungguh kami tak pernah mendengar sedikitpun tentang cerita perjokian itu, dan ketidaktahuan kami mengantarkan kami berempat mendapatkan kado dari_Nya ŷanğ istimewa...

Berarti ŷanğ sudah membaca ini, harus pikir-pikir lagi donk jika menemukan orang baik di sekitar Hajar Aswad dan pintu Ka'bah. ^.^
Pasrah pada Allah, kalau memang kita ada kesempatan mendapat hadiahNya, insha Allah rejeki tak akan tertukar..

SA'I dan TAHALUL

WISATA HATI -------------> part 7

Bismillah kami berempat menaiki tangga masjid menuju tempat dilaksanakannya sa'i.
Dua bukit shofa dan Marwa sudah tinggal gundukan batu ŷanğ hitam mengkilap.
Banyak orang-orang berebut tempat itu untuk menadahkan tangan berdo'a menghadap Ka'bah, sembari menyelasaikan putaran ke putaran berikutnya.

Sa'i di mulai dari bukit shofa, setelah mengucapkan do'a kami memulai perjalanan sa'i dengan berjalan dulu, kemudian berlari-lari kecil diantara pilar hijau menuju bukit Marwa, semua orang berlarian dengan tak henti-hentinya melantunkan do'a dan pujian, kamipun begitu.
Terhitung satu jika sudah sampai ke bukit Marwa, berdo'a dipuncaknya dan memulai perjalanan sa'i ŷanğ kedua menuju bukit Shofa.

Perjalanan kami sedikit lambat karena anakku dan pak Syamsul sudah terlihat lelah, setiap saat kami berhenti meminum air zam-zam sepuasnya, kemudian melanjutkan perjalanan kembali.
Semangat akan bergelora jika kami berdampingan dengan serombongan kafilah ŷanğ banyak jumlahnya, mereka melantunkan do'a bersama-sama, kami mengikuti mereka, namun karena keterbatasan tenaga, kami tertinggal kembali.

Menjelang putaran akhir, anakku mulai menunjukkan gelagat kecapaian, mengantuk dan bosan, maklum adzan subuh mulai berkumandang.
Tinggal sekali lagi putaran maka kami akan selesai.
Anakku bersikeras mengikuti jalur kursi roda, rutenya tak melingkar hanya lurus, otomatis jaraknya lebih singkat.
Akhirnya untuk menghindari perdebatan kami mengikutinya memakai jalur kursi roda, hanya saja kami harus lebih hati-hati agar tak tertabrak kereta ŷanğ biasanya didorong cepat oleh pendorong upahan.

Pak syamsul berbeda pikiran, beliau merasa masih sanggup mengikuti arah memutar, Beliau memutuskan tetap dijalur semula.
Agak kaget juga mendapati beliau tak lagi serombongan denganku, kutoleh kekanan dan kekiri, kutunggu sambil berhenti, meminum zam-zam sepuasnya, tetap tak kutemukan pak tua itu.

Demi mengejar subuh berjamaah segera kuselesaikan sa'i kami dan melakukan tahalul.
Suamiku memotong rambutnya dulu, kemudian anaknya, ibu dan selanjutnya ªku.
Ada lima ibu-ibu ŷanğ antri meminta kupotong rambutnya, mereka tidak membawa gunting.

Setelah selesai kami menuju shaf sholat, terlebih dulu ªku mengambil air wudhu dengan kran zam-zam disitu.
Toilet sangat jauh tempatnya, belum lagi kalau antri dan tersesat.

Tak kusangka anakku benar-benar pada puncak kebosanan!
Sepanjang menunggu iqomah meluncur kata-kata ajaibnya ŷanğ intinya capek, ngantuk dan lapar!
Dia merasa sudah selesai dengan ibadah intinya, umroh.
Sholat subuh bisa dilakukan di kamar hotel, toh pahalanya sama, katanya.^.^

Ada seorang ibu ŷanğ menyodorinya permen, dia buang seketika sambil menangis.
Suasana semakin tak terkendali, dia protes habis-habisan.
Setelah melihat rewelnya semakin menjadi-jadi, ªku dan ibu menuruti kemauannya lagi, kami keluar masjid dan bermaksud pulang menuju hotel.

Ŷanğ kuingat, pintu kami pintu 1 dan arahnya searah menara yg ada jamnya.
Masya Allah...
Kami masih berdiri di pintu 45, berarti kami harus memutar 90 derajat menuju pintu 1.


Beruntung anakku mau kubujuk sebentar agar ªku dan ibu ikut jama'ah sholat subuh sebentar, sementara dia bersikeras sholat subuh di kamar.
Dia menunggu kami di tangga masuk, menunggu kami menyelesaikan subuh kami ŷanğ bacaan surat setelah Al Fatihahnya sepanjang An Naziat ataupun 'Abasa. ^.^

Alhamdulillah tanpa protes, setelah selesai kami terseok-seok pulang dengan memutar jalan ŷanğ lumayan jauhnya...
Sepertinya kami  melakukan thowaf kembali.

MEMULAI UMROH

WISATA  HATI  --------------> part 6

Hari ke 4 Ahad 24 April 2011

Jam 06.30 : Tas bagasi harus sudah didepan kamar masing-masing.
Jam 07.00 : sarapan pagi di hotel
Jam 11.00 : Mandi persiapan ihrom
Jam 12.24 : Dhuhur di masjid Nabawi sekaligus ziarah wada'
Jam 13.00 : Makan siang, memakai baju ihrom dan check out hotel.

Pagi itu sehabis subuh tak karuan sibuknya kami, mengemasi barang ŷanğ berserakan dua kamar!. Walaupun agak terlambat, akhirnya selesai juga.

Saat berangkat kami menyisakan 3 tas di tenteng ( tepatnya...diseret sih..)  dan ternyata lumayan susah, akhirnya hari itu, kami hanya menyisakan dua tas ŷanğ kami tenteng, selain tas tangan ŷanğ memang masing-masing harus membawa satu, isinya buku do'a, kaos kaki/tangan, masker, obat-obatan, dompet dan tentu saja dua botol air!.

Walaupun kami tak mengikuti manasik, bapak sudah pernah menunaikan haji tahun 1994.
Jadi suami dan anakku memakai kain ihrom melihat cara bapak memakainya.
Seperti memakai kain sarung, dengan terlebih dulu menggabungkan dua sisinya.
Satu kain lagi hanya menyelimutkannya di kedua bahu, nanti jika thowaf, bahu kanan harus terbuka.


ªku dan ibu hanya memakai mukena atasan, kaos kaki dan kaos tangan ŷanğ terbuka telapaknya. Kami berdua memakai gamis berwarna putih.

Terlebih dulu kami mandi, merapikan rambut, memotong kuku dan memakai pewangi.
Saat mandi dan sesudahnya kami masih boleh menggunakan wangi-wangian, namun setelah berihrom berlaku larangan-larangan dalam berihrom, yaitu
-dilarang memakai wangi-wangian, 
-memotong kuku, rambut dan kulit, 
-mencabut pepohonan, 
-memburu dan membunuh binatang, 
-bermesraan apalagi bersetubuh dan 
-menikahkan ataupun dinikahkan.

Sedangkan hal hal selain itu boleh-boleh saja, makan, buang hajat, tidur, mandi dll, dengan syarat kain ihrom ŷanğ kita pakai terbebas dari najis.

Untuk lelaki juga dilarang 
-memakai tutup kepala dan 
-alas kaki ŷanğ menututupi mata kaki.

Sedangkan wanita dilarang memakai cadar.
Penggunaan tas, payung, kaca mata diperbolehkan.
He he.. Makanya banyak foto-fotoku ŷanğ tetap narsis pake kaca mata kan?...

Perjalanan dari Madinah menuju Makkah lumayan panjang, 5 jam.

Kami tetap terbagi dalam 2 bis.
Pengambilan miqot untuk arah dari Madinah di masjid Bir Ali, Madinah.
Kami mengambil niat umroh disitu.


Bis hanya berhenti sejenak, mempersilahkan siapa saja ŷanğ ingin ke toilet dan memeriksa apakah semua persyaratan ihrom sudah selesai.

Ternyata, banyak bapak-bapak (termasuk suamiku) ŷanğ masih mengenakan celana dalam..^.^
Beruntung sempat diingatkan para muthowif.
Suamiku juga mengganti sepatunya dengan sandal jepit.

Dari Bir Ali kami langsung menuju kota Makkah, bis sengaja melaju pelan saat mendekati Makkah, hal ini karena berdekatan dengan jam sholat Isya, biasanya jalanan sekitar Masjidil Harom penuh dengan orang-orang sholat.
Nanti jangan heran jika di sepanjang jalanan dan plataran mall dan hotel, jika masuk waktunya sholat, banyak jama'ah sholat yang bertebaran di sembarang tempat!. Semua akses jalan sekitar masjidil haram pasti tertutup bagi kendaraan.

Makkah berbeda dengan Madinah, kalau Madinah masih sejuk, segar dan banyak pepohonan, sedangkan Makkah, kotanya berbatu cadas. Gedung-gedung didirikan diatas bebatuan.
Subhanallah...


Bukan saja alamnya, orang-orangnyapun 180 derajat berbeda dengan Madinah!

Saat bis memasuki areal parkir, kami diburu waktu untuk segera turun dari bis, menyeret bawaan, menerobos lalu lalang orang, berebut lift dan berdesak-desakan dengan banyak orang!.
Benar-benar terlupakan adegan gandeng menggandeng kemarin selama di Madinah.

ªku terpisah beberapa kali dengan ibu apalagi anak dan suamiku. Masya Allah...
Semua kutitipkan padaNya.

Lift harus berganti beberapa kali menuju lobby hotel, berebut dengan banyak orang.

Beruntung Ibu bertemu suamiku ŷanğ mendorong Bapak, sambil menyeret sebuah koper.

Anakku terpisah sendiri dalam lift ŷanğ berbeda dengan kami, kulihat ada seorang Muthowif ŷanğ berada di lift ŷanğ sama.

ªku dengan sebuah koperku masih antri di lift berikutnya.

Kami bertemu di lobby hotel Al Shafwah, wajah wajah menegang semua!
Sock terapi di awal perjamuan di kota Makkah.

Kami terpisah 13 lantai dengan kamar Bapak/Ibu, waduuuh..
Tak ada waktu lagi untuk protes!
Kami diharuskan bersabar di kota suci itu.
Kota dimana setiap amalan kita dilipatgandakan sebanyak 100 ribu kali.
Jika kebaikan alangkah nikmatnya namun jika sebaliknya,
Naudzubillah...

Ibadah umroh kami akan dilanjutkan usai makan malam, kami bergegas meletakkan bawaan kami ke kamar hotel, selanjutnya makan malam dan segera ke Baitullah..
Puncak dari perjalanan kami.


Muthowif menawarkan tenaga dorong kursi roda untuk Bapak, kami menyetujuinya.
Mengingat ªku harus menuntun ibu, sedangkan anakku?? Dalam situasi padatnya orang, ªku tak rela melepasnya..
Dengan demikian suamiku beralih tanggung jawab menjaga ibu, sedangkan ªku menemani anakku.

Beberapa pesan disampaikan sebelum kami memasuki Masjidil Haram, hati-hati dengan bawaan terutama hp berkamera, kadang disita oleh penjaga.
Arah adalah hal ŷanğ paling penting, letak Al shafwah berada searah dengan Jam di menara masjid.

Kami harus mengingat nomer pintu masuk, kami berada di pintu 1.

Saat memasuki areal thowaf, tempat bertemu adalah pilar bertanda hijau di dekat deretan kran air zam-zam.
Ŷanğ jelas, nomer handphone muthowif harus diingat, juga nomer  posko tazkia.

Saat itu jam menunjukkan pukul 22.35.
Ribuan orang lalu lalang diluar dan didalam masjid, baru tersadar, beberapa pesan Muthowif tadi begitu berharga, pintu masuk masjid terlalu banyak dan setiap sudutnya persis sama.
Apalagi setelah melihat orang berputar-putar dan kita juga thowaf, jika tak mengingat baik baik kita akan tersesat.


Dalam putaran pertama kami masih utuh serombongan, putaran kedua perlahan mulai tercerai berai, putaran ketiga kami berempat kehilangan rombongan.
Akhirnya kami berempat beriringan thowaf sampai selesai.

Dalam setiap putaran ªku membimbing anakku membaca do'a sehafalnya dia, sebelum berangkat ªku menyuruhnya menuliskan apa ŷanğ hendak dia pintakan pada Allah.
Dan benar juga, seusai dia minta menjadi anak sholeh, meminta adik, mendo'akan bapak ibunya, meminta naik kelas, dia juga meminta sederet mainan, mulai dari PSP, Nintendo Wi dan PS 3.

Tak henti-hentinya ªku mengusap kepalanya seraya berdo'a "Rabby habli minasshalikhiin.."

Alhamdulillah dia semangat mengikuti thowaf sampai tujuh putarannya.
Begitu pula saat kami menyelesaikan do'a dan sholat dibelakang maqam Ibrahim.

Setelah selesai kami menuju pilar bertanda hijau, tak kutemui satupun anggota rombongan disitu, sejam lebih kami menunggu..kupikir mereka m berpuas diri berdo'a usai thowaf.

Kami hanya bertemu dengan satu orang jamaah ŷanğ tercerai dari rombongan kami juga.
Bapak syamsul namanya. Beliau seusia bapak, mengalami bengkak di bagian mata kaki salah satunya, mungkin diabetes.
Beliau tertatih-tatih jalannya sempoyongan, kami sepakat melakukan sa'i bersama.
Saat itu kami berjumpa dengan pak Ust pembimbing, ternyata mereka semua baru saja selesai sa'i, dan kami ketinggalan!.