Kamis, 21 Februari 2013

Semua Anak Cerdas

Mendidik Anak Cerdas & Berbakat

Sebagai orang tua masa kini, kita seringkali menekankan agar anak berprestasi secara akademik di sekolah. Kita ingin mereka menjadi juara dengan harapan ketika dewasa mereka bisa memasuki perguruan tinggi yang bergengsi. Kita sebagai masyarakat mempunyai kepercayaan bahwa sukses di sekolah adalah kunci untuk kesuksesan hidup di masa depan.

Pada kenyataannya, kita tidak bisa mengingkari bahwa sangat sedikit orang-orang yang sukses di dunia ini yang menjadi juara di masa sekolah. Bill Gates (pemilik Microsoft), Tiger Wood (pemain golf) adalah beberapa dari ribuan orang yang dianggap tidak berhasil di sekolah tetapi menjadi orang yang sangat berhasil di bidangnya.

Kalau IQ ataupun prestasi akademik tidak bisa dipakai untuk meramalkan sukses seorang anak di masa depan, lalu apa?


Kemudian, apa yang harus dilakukan orang tua supaya anak-anak mempunyai persiapan cukup untuk masa depannya?

Jawabannya adalah: Prestasi dalam Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence), dan BUKAN HANYA prestasi akademik.

Kemungkinan anak untuk meraih sukses menjadi sangat besar jika anak dilatih untuk meningkatkan kecerdasannya yang majemuk itu.

9 Jenis Kecerdasan
Dr. Howard Gardner, peneliti dari Harvard, pencetus teori Multiple Intelligence mengajukan 8 jenis kecerdasan yang meliputi (saya memasukkan kecerdasan Spiritual walaupun masih diperdebatkan kriterianya):

Cerdas Bahasa – cerdas dalam mengolah kata
Cerdas Gambar – memiliki imajinasi tinggi
Cerdas Musik – cerdas musik, peka terhadap suara dan irama
Cerdas Tubuh – trampil dalam mengolah tubuh dan gerak
Cerdas Matematika dan Logika – cerdas dalam sains dan berhitung
Cerdas Sosial – kemampuan tinggi dalam membaca pikiran dan perasaan orang lain
Cerdas Diri – menyadari kekuatan dan kelemahan diri
Cerdas Alam – peka terhadap alam sekitar
Cerdas Spiritual – menyadari makna eksistensi diri dalam hubungannya dengan pencipta alam semesta
Membangun seluruh kecerdasan anak adalah ibarat membangun sebuah tenda yang mempunyai beberapa tongkat sebagai penyangganya. Semakin sama tinggi tongkat-tongkat penyangganya, semakin kokoh pulalah tenda itu berdiri.

Untuk menjadi sungguh-sungguh cerdas berarti memiliki skor yang tinggi pada seluruh kecerdasan majemuk tersebut. Walaupun sangat jarang seseorang memiliki kecerdasan yang tinggi di semua bidang, biasanya orang yang benar-benar sukses memiliki kombinasi 4 atau 5 kecerdasan yang menonjol.

Albert Einstein, terkenal jenius di bidang sains, ternyata juga sangat cerdas dalam bermain biola dan matematika. Demikian pula Leonardo Da Vinci yang memiliki kecerdasan yang luar biasa dalam bidang olah tubuh, seni, arsitektur, matematika dan fisika.

Penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik saja tidak cukup bagi seseorang untuk mengembangkan kecerdasannya secara maksimal. Justru PERAN ORANG TUA dalam memberikan latihan-latihan dan lingkungan yang mendukung JAUH LEBIH PENTING dalam menentukan perkembangan kecerdasan seorang anak.

Jadi, untuk menjamin masa depan anak yang berhasil, kita tidak bisa menggantungkan pada sukses sekolah semata. Ayah-Ibu HARUS berusaha sebaik mungkin untuk menemukan dan mengembangkan sebanyak mungkin kecerdasan yang dimiliki oleh masing-masing anak.

Oleh: Dr. Andyda Meliala
Sumber : info.balitacerdas.com

PLACENTA PREVIA

Terdengar seperti petir di siang bolong!,rasanya tak cukup menangis sepagian ini, dokter menasehatiku bedrest total. Usia kehamilanku baru menginjak 5 bulan, tepatnya masih 19 minggu
Di layar USG terlihat jelas posisi placenta yg terletak menutupi jalan lahir, dalam istilah medis dinamakan PLACENTA PREVIA. Posisi ini rawan sekali terjadi pendarahan.
Baru minggu kemarin kami merencanakan menata sendiri taman depan, asik rasanya mengenang hobby bercocok tanam, biasanya kami melakukannya di rumah Sidoarjo. Mengurangi stress dan bisa menghasilkan.

Setelah puas menangis, aku tersadar, Alloh masih sayang kami, selalu sayang pada kami. Banyak hal yang bisa membuatku bersyukur dengan peristiwa ini.Do'aku selalu semoga kami tambah sabar, tawakal dan semakin berhati - hati lagi.
Belum genap seminggu, apa yg kutakutkan terjadi, karena kurang sabarnya kami berdua terjadilah pendarahan. Panik! otomatis. Namun karena tak ingin tambah parah kucoba menyikapinya dengan hati yang tenang.
Berawal dri insiden kecil di malam jum"at, tepat jam 11 malam, tiba-tiba darah mengucur begitu saja, lumayan banyak, kurang lebih 3 sendok.
Dengan sedikit gemetar namun ku coba tidak terlalu panik, ku telpon Rumah Sakit biasanya kami periksa kehamilan. Kuceritakan kronologisnya, suster jaga memberi petunjuk kepada kami, mereka menanyakan apakah janin masih bergerak normal dan banyak tidaknya darah yang keluar.
Mereka memberi pilihan, langsung ke rumah sakit atau istirahat saja di rumah.
Melihat darah tentu saja kami memilih ke rumah sakit dengan resiko aku di infus dan diberi obat, tak apalah, daripada kami ketakutan sepanjang malam.

Esok harinya dokter memeriksa keadaanku, untunglah pendarahan berhenti, hanya flek merah kecoklatan bekas pendarahan yang masih muncul, kadang masih bercampur darah kadang hanya coklat kotor saja. Dokter menyarankan bedrest total, tidak boleh beraktifitas selain sambil berbaring di ranjang. Wew....baru semalam menginap saja sudah capek rasanya punggungku.

Genap 3 hari opname, pendarahan dan flek sudah berhenti, hanya sisa-sisa sedikit, janinpun terlihat sehat dan tetap lincah, aku boleh pulang namun tetap bedrest total di rumah, suntikan penguat rahimpun masih dilanjutkan selama seminggu. Suster rumah sakit yang tiap hari melakukannya tiap pagi di rumah. Setelah itu suntikan dilanjutkan tiap 4 hari sekali kurang lebih 5 kali.

Hasil pemeriksaan selanjutnya kondisi rahim dan janinku mulai pulih kembali, aktifitas tetep terbatas seputar rumah dan masih belum boleh capek apalagi sampai jalan-jalan keluar rumah. Lumayanlah, daripada sebulan lebih bedrest  total kemarin....benar-benar membosankan.

Oh ya, selama bedrest bukan hanya rasa capek dan nyeri punggung yang kurasakan lho, pernah tangan dan kakiku seperti lumpuh, digerakkan sedikit saja nyerinya minta ampun...sampai hampir nangis deh pokoknya, kurang lebih seminggu aku mengalami lumpuh kaki dan tangan. Kata dokter hal itu wajar karena peredaran darah yang kurang lancar akibat terlalu banyak rebahan di tempat tidur. Tapi menurutku sih nggak juga, aku berpikir itu disebabkan karena aku makan dengan sayur asam yang ada biji melinjonya, jadi aku terkena asam urat. Sempat kutanyakan ke dokter sih, eh dokter tetap membantahnya. he he

Kondisi normal kembali membuat aku sedikit lupa diri kembali, sebulan kemudian terjadi pendarahan lagi, kejadiannya hampir sama dengan kasus pertama, akibat kontraksi. Namun pendarahan kedua hanya setetes darah yang keluar, namun demikian cukup membuatku gemetar, usia kandunganku masih belum masuk 7 bulan. Saat dokter memeriksa, tuduhan langsung trelontar pada kami berdua, dengan tersenyum kami menyangkalnya, he he...
Beruntung kali inipun kondisi janin baik-baik saja, kami berjanji dalam hati tak akan mengulnginya kembali, kasihan juga kalo sampai terjadi sesuatu pada anak harapan kami ini, duh... maafkan mama dan ayah ya dek...

Pendarahan ke tiga terjadi sekitar sebulan yang lalu, tepatnya memasuki bulan ke 7, berbekal pengalaman kemarin, kami tidak terlalu panik dan buru-buru lapor ke dokter, ku minum obat penguat rahim sisa resep dokter terdahulu, istirahat total dan cukup makan dan minum. Flek berwarna agak kemerahan hanya berlangsung sehari semalam saja, alhamdulillah...

Memasuki minggu ke 32 tiba tiba terjadi kontraksi terus menerus selama 2 harian, hanya karena bertepatan hari sabtu dan minggu, suamiku siaga di rumah, maka aku tidak panik, bertahan tiap 3-4menit menahan nyeri selama 3-5 detik. Lama-lama rasa sakitnya bertambah, kami putuskan harus lapor ke dokter.
Senin malam kami antri sampai jam 11 malam, rasa mulas yang kurasakan makin menjadi, berdiri sakit, dudukpun apalagi, duuuuh....sabar ya Deek...beratmu masih 1,5 kg, masih terlalu kecil...

Begitu giliraku tiba dan dokter melakukan usg, tak terlihat sama sekali gerakan kontraksi seperti yang kukeluhkan, susterpun melakukan rekaman medis melihat pergerakan otot rahim dan denyut nadi janin, semua normal, hanya terlihat sedikit kenaikan aktifitas otot rahim....hmmmm sepertinya si Dedek menggoda mama nih....

Dokter tetap memberiku obat pereda kontraksi yang dimasukkan lewat anus selama 1-3 x sehari disesuaikan tingkat kontraksi, kuputuskan menggunakannya tiap pagi dan malam. Selama semingguan ini kontraksi mereda dan tidurkupun membaik, sering tertidur tanpa sengaja malah, alias kesirep.. he he

Semoga terus membaik, sampai jadwa oprasi tanggal 20 Juni nanti, semoga dimudahkan Alloh, kami sehat juga Dedek bayinya, tak kurang apapun, dan menjadi anak sholehah... Aamiin....

Jumat, 02 November 2012

Anugerah Istimewa ( Oleh-oleh Haji Mbah..)

Minggu-minggu ini terasa menegangkan, mengingat kepergian Bapak dan Ibu  menunaikan ibadah haji. Alhamdulillah tahun ini Beliau mendapat kesempatan menunaikan ibadah yang menjadi impian mereka.

Ku titipkan do'a semoga Ihsan diberi kesempatan mempunyai adik. Hmm...laki atau perempuan sudah bukan lagi menjadi pilihan, yang penting kami mendapat anugrah seorang anak lagi, sudah cukup...selebihnya adalah bonus...he he...maunya!.

Dulu kami selalu memimpikan seorang lagi anak perempuan, lucu kali ya...membayangkan memilih baju-baju imutnya, mendengar celotehnya, dan pastinya Ayah dan Ihsan akan berebutan menggendong si adik.
Sekarang, yang penting tambah lagi seorang anak sudah merupakan impian yang indah bagi kami.

Dua belas tahun sudah usia Ihsan... sepertinya sudah tipis harapan kami.

Biasanya aku haid sekitar tanggal 27. Namun beberapa bulan kebelakang siklusnya mundur antara  2 - 4 hari. Bulan ini, ada yang tak biasa pada perutku, tiap saat keluar angin ( kentut , he he ) yang lumayan baunya, seperti orang sembelit, tapi tidak sembelit. Kali ini sampai tanggal 26, siklusnya tidak ada kemunduran...

Semua berjalan biasa aja, kecuali bau kentut tadi. Bahkan menjelang tanggal haid, tanda-tandanya sama persis seperti biasanya. perut terkadang mulas,pinggang terasa pegal, payudara mengencang, bagian bawah perut mengeras ( dulu aku menganggap jika perut bagian bawah mengeras sampai tanggal2 haid, katanya itu tanda2 awal kehamilan...beberapa kali kubuktikan, nggak tuh...).

Tanggal 27 malam, tak ada bercak yang muncul, kegiatan ML dengan suami kucoba ulur-ulur sebisa mungkin, kebiasaan nih...sebelum tanggalnya biasanya kami menyempatkan diri,  mumpung belum ...^.^

Sehari itu terasa menyenangkan, menegangkan dan campuraduk rasanya...antara berharap, pasrah dan takut esok hari tanggal merah itu muncul.
Kulihat di loker masih ada test pack yang tersimpan, biasanya aku menyimpannya, setiap keterlambatan sehari, dua hari apalagi, selalu ku cek urine, hasilnya, berpuluh test pack teronggok di tempat sampah..

Jam 03.30 aku bangun, sholat malam, seperti ada maghnet di dalam loker almari, test pack!.
Pelan-pelan ku buka segelnya, bismillahirrohmanirrohim...ku pake dengan hati yang penuh kepasrahan...
Garis merah pertama muncul ( padahal garis pertama itulah penentu kehamilannya...), ku tunggu dengan cemas urine naik ke atas membasahi area garis di lingkaran,area ke dua..merah juga...

Nafas panjang penuh syukur memenuhi dadaku, benarkah??

Kubaca lagi petunjuk pemakaian test pack, ku cocokkan kembali garis merahnya, cocok! Aku hamil !!

Aku hamil!! Alhamdulillah....

Aku teruskan wudhuku,pelan kubangunkan suami, ku cium dan peluk tanpa memngejutkan tidurnya.

"Ayah...tahajud yuk...!" sambil kutunjukkan test pack ditanganku.

"Bismillah dulu... Mama sudah test urine barusan..." kataku biasa aja.

"Bismillah...." sambil memaksa mataya yang masih setengah terpejam...nampak senyumnya hambar, harap harap cemas..Dia melihat sendiri stik ajaib itu ditangannya.




 Serius suamiku melihat dan mencocokkkan test pack ditangannya, seperti tak percaya dengan hasil yang ada.
" Bener nih Ma..?? positip ??" katanya sambil memelukku...

Air matanya membasahi bahuku, seperti mimpi!

"Do'a Mbah langsung terjawab" katanya haru..

Baru hari minggu 28 Oktober jam 12.17  aku terima sms " Bapak sudah selesai jumroh dengan selamat". Alloh mengabulkan do'a mereka untukku, Allohu Akbar...tak menunggu lama, bahkan mereka masih belum selesai melakasanakan thowaf ifadhohnya.

"Engkau Maha Mendengar, Pengasih dan Maha Baik... Alhamdulillah, segala puji untukMu...",tak putus-putus kuhaturkan pujian dimalam itu, kami berdua tersimpuh haru menerima karunia terbesar ini.

Untuk memastikan kebenarannya, kami berencana periksa ke dokter segera, agar mimpi itu benar2 terasa nyata, juga mengingat usiaku yang tidak lagi muda 39 tahun dengan riwayat hipertensi dan depresi ringan.

Rabo tanggal 31 Oktober 2012 kuputuskan ke Eka Hospital, pagi itu yang ada adalah Dokter Merry, terhitung dokter baru di Eka Hospital. Tak mengapa, karena untuk bertanya dan mencari dokter senior rasanya tidak etis jika kutanyakan di meja perawat.

Lumayan juga kok, dokternya ramah dan lumayan telaten menjawab beberapapertanyaan dan keluhanku.

"Biasanya kalau hasil test pack positif, hasil usg juga tidak jauh beda kok,positif juga..."katanya yakin.

"Kita liat USGnya yukk..."

Sebelum di USG aku malah minta ijin main hp," Maaf Dok, saya mainan HP,untuk mengurangi nervous saya.."

Dokter Merry tersenyum.." Nggak apa-apa"

Ternyata selama USG aku diajak ngobrol santai tentang hasil usg dilayar, tak ada
waktu bermain-main hp.

"Tuh...beneran ada janinnya..."

"Ayah...sini yuk,boleh lihat kok.."

Mata  kami  takjub melihat layar didepan kami.


"Bintik hitam sebesar kelereng , sekitar 0,67 cm besarnya, itulah bakal janinnya, melihat hasilnya kira-kira usianya 4 mingguan. Ada miom sebesar 1,17 cm di sebelah kanan janin."

"Nggak apa2...kecil kok,dan letaknya jauh dari bakal janin,tidak terlalu mengganggu, semoga...asal kita menjaga asupan makanan kita" , Dr Merry menjelaskan.

Beberapa nasehat penting diberikan pada kami, jaga pikiran, positif thinking, jangan angkat-angkat berat, selalu menjaga makanan, dan istirahat yang cukup. Pasrah dan yang paling penting adalah, kehamilan bukan penyakit,dia adalah salah satu proses kehidupan yang harus kita jalani.

Obat hipertensi dari amlodiphine 5 mg diganti dengan yang lebih ramah terhadap kehamilan dengan Methyldopa 250 mg juga volavit 1000 mg sebagai penambah vitaminnya.

Sampai hari ini, hari ke 6 sejak kehamilan, keluhannya masih sama, laper!
Terkadang ludah terasa hambar, tangan iba-tiba dingin dan gemetar...itu tandanya laper lagi...he he..
Buru-buru ku makan apa aja yang ada, biskuit, kue, susu kedelai,buah dan kurma, permen juga tak pernah ketinggalan.
Kalau parah sekali segera kubuat susu Prenagen coklat yang terpaksa menjadi andalanku sekarang...nggak apa-apa,demi anak....

Semoga kehamilanku kali ini lancar, sehat sampai tercapai cita-cita kami menimang anak kedua, menemani Ihsan yang sementara ini sendiri, mendidik mereka  menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah... aamiiin....


UPDATE RUMAH

Tanggal 30 Sept 2012, hmmm masih belum siap pakai juga...wew..
Tanggal 6 okt 2012. Lantai bawah masih aburadul...
Foto diambil tanggal 13 okt 2012

Tanggal 13 Okt 2012. Mulai pasang plafond
Tanggal 13 Okt  2012
Tanggal 26 Okt 2012
Tanggal 26 okt 2012.Sudah kelihatan bersih...