Sabtu, 09 April 2011

Menaksir Hargaku...^.^

Pas nikah dibayar Rp. 10 ribu ! He he..
Napa nggak itung2an dulu ye?? Bercanda!
Jadi inget jaman jadul... Pernah ditawar orang 'edan' rp. 40 ribu..padahal ªku masih pake jilbab sepinggang itu...hayyyya! Ayak2 wae ini orang..
Lha salah sendiri indekost di tempat gituan! ( Ha ha.. Masa mlarat penuh manfaat )

Padahal sebenarnya tubuh kita harganya mahal lho..
'Harga satu orang manusia sama dengan seluruh kehidupan manusia' ini harga menurut Al Qur'an.. Lihat Al Maidah ayat 32.

Makanya nikmat sehat adalah nikmat ŷanğ besar selain nikmat iman.
Dalam berdo'a pun rangkaian dasar sejahtera ŷanğ kita mohonkan pada Allah adalah sejahtera dunia dan akherat ( dunia berkaitan dengan kesehatan, akherat berhubungan dengan iman ).

Ada seorang dokter (Harold J Morovitz) pernah iseng2 menaksir harga fisik tubuh manusia beserta kelengkapan organnya. Menurtnya bila bobot tubuh itu rata2 60 kg, maka nilainya berkisar US$ 6 juta atau kurang lebih setara 60 milyar rupiah. Mahal kan??

Status sehat tubuh kita kelak jadi pertanggung jawaban kita juga di akherat..."Kenikmatan pertama ŷanğ harus dipertanggung jawabkan seorang hamba Allah pada Hari Kiamat adalah berupa pertanyaan 'Bukankah Kami telah menyehatkan tubuhmu dan telah Kami hilangkan dahagamu dengan air dingin?'" sabda Nabi Muhammad, juga dilanjutkan " Tidak seorangpun diijinkan untuk bergerak dari posisinya di hari Kiamat sampai dia menjawab bagaimana dia menghabiskan hidupnya, bagaimana dia menggunakan pengetahuannya, darimana dia memperoleh dan kemana dia membelanjakan hartanya, dan bagaimana dia menggunakan kesehatannya". (HR. At Turmudzi)

"Tubuh harus dirawat karena ia adalah cetakan bagi kehidupan dan jiwa ada di dalamnya, semacam kerang ŷanğ mengandung mutiara ŷanğ sedang tumbuh, tanpa kerang tidak akan ada mutiara". ( Soraya Susan Behbehani)

Waah.. Mahal juga ya harga sehat bagi tubuh kita....

Jumat, 08 April 2011

Bermimpi?? Boleh, boleh.....! silahkan.....!

Ada sepetak tanah yang kuimpikan, disekitar sebuah sekolah....ngintip rumpian tetangga lamaku kanan, kiri, aku jadi tahu harga permeter daerah itu sekitar Rp. 800.000-Rp.1.500.000 , mahal amat!...hiks....padahal sebelum Lapindo berubah jadi danau lumpur, tanah-tanah daerah itu hanya berkisar Rp.400.000 permeternya.
Seluruh akses dan penduduk terkena dampak pindah kedaerah yang kuimpikan itu, makanya harganya melambung berlipat. Duh...benar-benar jadi mimpi sekarang!

Ternyata.....tanpa kuduga, rizki benar-benar didepan mata, sekarang.

Kutimang....kugenggam dan kembali kutimbang....antara keinginanku melakukan 'perjalanan hati' bersama keluarga......tanpa pikir panjang, kulipat mimpiku dalam sebuah draft mimpi berikutnya....semoga...
Allah memberiku hadiah karena memanggil kami berkunjung kerumah_Nya....itu pikirku, setelah kutorehkan tanda jadi atas 'tiket' kami

Ternyata...Allah memberiku hadiah kembali......tanah mimpiku turun harga mendadak dari perkiraanku, itu kudengar dari seorang tukangku, pagi2 dia memberiku kabar "Buk....katanya mau mencari tanah di situ?, ada temanku menjualnya seharga Rp 400.000 permeternya..."
Subhanallah......

Aku belum memutuskannya.....apa hadiahku hendak kuambil..??
Itu baru kabar.....semoga itu beneran hadiahku....

Ku timbang sekarang......
Masih cukupkah uangku????......................

ha ha.....ini baru mimpi beneran!!

Ijinkan Aku .....

Hari ini, ada perasaan aneh yang kembali berdesir dalam dadaku....
Bukan akibat obat batuk yang kutelan semalam lho....^.^
Saat kulihat ikhlasmu ....aku terketuk, kau benar2 memberiku harapan......
Relakan apa yang mengganjal dihati.....
Buanglah kecurigaan....
Bismillah kita melangkah bersama....
Aku ingin kau gemgam tanganku melangkah...
Aku ingin kau luruhkan marahku....dalam setiap jengkal panjang jalan kita...
Percayalah....aku memahamimu, sekarang.....

Teruntuk saudaraku...
Maafkan semua yang mengganjal dihatimu terhadapku
Ijinkan kepergianku tanpa beban
Sakit hatimu, kekesalanmu terhadapku
Adikmu yang sering membuat kalian merasa aku aneh sendiri

Ijinkan aku ...
Menata hidupku kembali yang tanpa sepengetahuan kalian
Sedikit rapuh akhir-akhir ini...
Maafkan......

Aku ingin benar2 menebus semuanya sedari sekarang...
do'akan ...
Aku dan adikmu....
..................................................................
sampai saatnya....
aku akan menuliskan surat ini untuk kalian...

Selasa, 05 April 2011

Selamat Ulang Tahun Untukmu.....


Awalnya klik sana, klik sini.. yang penting berteman dengan banyak orang, begitu pikirku. Maklum, setelah mengenal facebook, aku jadi tergelitik menambah teman. Teman sekelasku SMA cuma 40 an orang, itupun belum semua menjadi jama'ah fesbukiyah. Selain teman-teman sekelasku, hanya satu dua orang yang kukenal, selebihnya, mereka yang justru mengenalku...he he... kebalik dink!
Perkenalanku dengan dunia tulis menulis, dimulai dari keisenganku mengikuti salah satu lomba di situ, note facebook tentang tragedi menuju ‘cantik’. Nama yang kucatat sebagai penyemangatku adalah mbak Riawani Elyta. Lewat mbak cantik ini, aku tambah  jatuh cinta  pada tulis menulis, kemudian dari situ, aku melihat banyak peluangku mengikuti berbagai lomba di facebook.
Jalan semakin terbuka, apalagi setelah aku berkenalan dengan banyak teman baruku lagi, Leutikan....wow...jadi sepuluh  tahun lebih muda!...he he... Profil-profil yang kulihat masih berparas cantik-cantik, ganteng-ganteng dan sepertinya masih belum menikah, walaupun, begitu kukenal lebih dekat, mereka banyak juga yang ibu rumahan seperti aku.
 Aku masih malu-malu kucing untuk menyapanya,soalnya, aku masih belum punya buku!.Mereka sudah lihai di bidang tulis menulis, sedangkan aku, baru pemula banget. Akhirnya aku gabung di fanpage  Leutika. Belakangan, baru aku tahu, banyak web-nya yang belum ku add. Setelah menelusuri lebih jauh, aku berniat bergabung dulu dengan MITEL-nya. 
Pesanan pertamaku tanggal 23 Desember 2010, buku-buku itu rencananya untuk mengisi Rumah Baca milik anakku, dia punya impian memilikinya. Sekarang sudah lumayan banyak koleksinya lho...walaupun Rumah Baca yang diinginkannya masih belum sepenuhnya terwujud.
Sssst....jangan dibocorin ya.., sebenarnya sebagian buku-buku itu sudah terjual. Diam-diam aku menitipkannya di mbak belakang rumah, dia menyewakan lapaknya untukku, 10 % hasilnya untuk ongkosnya  menjaga lapak. Duuh... kalau ketahuan, sebenarnya aku bisa dikomplain habis!. Tak apalah...toh nanti aku bisa pesan kembali, sampai menunggu konsep Rumah Bukunya final.
Menjadi mitra Leutika, asik lho...belanja minimal Rp 500.000, kita cuma bayar Rp. 250.000. Jadi menambah uang belanja kan?... Setelah pesan, barang juga cepat diantar sampai alamat, lewat Pak Pos tentunya, gratis tis!….
Sambil menunggu buku antologiku terbit ( katanya sih....sebentar lagi...) aku bersiap menjadi mitranya kembali. Hitung-hitung sambil menulis, memasarkan buku sendiri juga meneruskan kelangsungan lapakku, he he

Benar kata temanku Leutikan, semakin mengenal sosok Leutika, aku akan semakin jatuh cinta...hi hi..masa iya sih....??. Beberapa lomba yang diselenggarakan Leutika, aku ikuti. Diantaranya Dream2Reality kemarin. Kok, setelah aku tungguin pengumumannya, namaku nggak ada ya ??...wah berarti aku belum beruntung...suatu saat, Leutika pasti akan membagi kebahagiaannya untukku, Amiin…
Pertemananku bersama Leutika memang belum begitu mendalam, namun mendengar kesan-kesan beberapa temanku, aku punya keinginan untuk lebih mengenalinya.
Bersama Leutika aku ingin mengembangkan mimpiku menjadi penulis, bakat yang selama ini hanya terpendam. Sekarang, aku punya teman dan komunitas baru. Semoga memberi manfaat kebaikan buatku seterusnya.
Selamat datang teman-teman baruku....sambutlah aku sebagai tetanggamu.
Untuk Leutika, semoga beranda teduhmu memberikan banyak keteduhan dan inspirasi buatku dan Leutikan lainnya....Selamat Ulang Tahunmu yang ke-dua, semoga bertambah sukses....

Buat teman-teman yang pingin jadi temannya juga, yuuk...kita main ke berandanya Leutika di :