Rabu, 29 Agustus 2018

NYUPIR

Gak kekinian banget yach. . .

Saat tinggal di Sidoarjo 2006 an , aku sudah biasa ppakai sepeda motor, matic dan sudah bisa keliling kompleks dengan Corolla hijauku, dengan moncong panjangnya, keliling kompleks doank. . .he he he. .
Tapi kalo sepeda motor, mioku, aku sudah biasa kulakan sendiri melewati jalan protokol propinsi malah. 
Entah kenapa semenjak pindah Lampung, keberanianku ciut, apalagi kemudian masuk Jakarta.

Ini karena Hanin, tiap pulang sekolah sudah mulai merengek minta dianterin mama, dijemput mama sseperti teman temannya, pakai mobil kecil. 
Waduh. . .
Padahal aku sama sekali gak berani nyupir!

Demi anak, dih padahal beneran sudah mulai malu diliat satpam anter anak pakai jalan kaki, padahal ibu yang lain pakai mobil, wk wk. . 
Kemana malu ku. . .

Bismillah, aku mulai les nyupir. . taraaaa!
Mulai seminggu kemarin, dan sudah 2 x aku ikuti.
Tinggal sekali besok. .
Duuuh... bisa nggak ya lepas sendiri bawa tanpa instruktur?

Dag dig dug. . . 

Kamis, 05 Juli 2018

KAMBING ABU-ABU

Lelah dari mudik sepertinya sudah mulai hilang, hebatnya tanpa terjamah tukang urut.
Kemajuan lumayan bagus dari tubuhku, alhamdulillah. .
Seetelah melewati sebulan puasa penuh kegiatan, pagi tadarus bersama sejawat sholikhah dari jam 9 pagi sampai menjelang dhuhur, sorenya kegiatan TPQ berlanjut persiapan bukber di masjid dan kemudian taraweh.
Tak ada keluhan, semua baik-baik saja, terlewati hari demi hari sampai selesai Ramadhan.

Mudik ternyata meninggalkan jejak abu di masjid teduhku, mungkin karena lelah, rahangku terasa panas mendengar kisah anak anak asuhku yang beranjak dewasa.
Suasana masjid yang teduh, full AC, terconnect Wi-Fi , hening dalam buaian buluh bambu yang tertiup angin, juga fasilitas serasa villa islami. . duuuh, sebenarnya siapa  kambingnya nih. . .

Anak-anak mulai bercengkrama dengan youtube dewasa!
Saat i'tikaf !
Padahal ada para pengurus masjid disana!
Yang nota bene mereka sedang mendidik anak anak mencintai masjid

Mereka mengaku sudah menontonnya rame rame sejak setahun yang lalu
Sebelum masjidku teduh. .
Sebelum ada TPQ. .
Sebelum disediakan Wi-Fi.

Sekarang, bahkan mereka tiap weekend melaksanakan i'tikaf
Saking damainya, saking nyamannya, masjidku. . .

Dan . .
Mereka anak-anakku...Al Banin


Antara percaya dan percaya
Astaghfirullahal Adziim. .

Tanganku ternyata terlampau lemah
Jeweran telak buat niat yang kurang bersih.

Shock beberapa hari.
Pertanyaan yang sering muncul adalah, ngapain aja mereka selama ini di TPQ?
Lhoh. . .
Bukan lagi abu-abu, kambingku, menghitam! hiks

1,5 jam x 3 kali seminggu menjadi tertuduh!

Kurang lebih sebulan kami semua bungkam menjaga hati, takut tersakiti dan menyakiti hati yang sudah shock tentunya.
Sudah terjadi, sepertinya buang waktu kalau hanya sekedar mencari siapa biangnya dan sekaligus nama kambingnya.

Apapun itu, harus tetap semangat!
Jadi pelajaran berharga buat kedepan lebih baik lagi.




latepost...

Rabu, 09 Mei 2018

OBAT

Tidak ada alasan untuk tidak bersyukur. Amanah Allah ini sepertinya membuat aku sembuh total.
Capek normal dengan sensasi normal tentunya, pagi ada kajian, sore ada ngaji, hampir tiap hari,

Alhamdulillahirabbil 'aalamiin. .

TPQ tumbuh perlahan, pasang surut semangat santri tiap harinya tak menyurutkan langkah ini terus berikhtiyar, Masya Allah. . semoga terus meramaikan masjid terpencilku, disudut rimbun bambu.

Jepret kamera ini sekedar mengabadikan mereka, agar bisa menjadi penyemangat dan sebagai rekam jejak bahwa mereka tumbuh dari sini.

Hanin, sholikhahku. . .
12 February, awalmu melantunkan ayat suci
Semoga jadi hafidzah  harapan Mama, Ayah dan Kakak. .
Aamiin...

Beberapa kegiatan yang terekam kamera


Kelas Al Banaat murajaah An Nabaa
Hanin ditengah





Al Banaat







Kelas Al Baniin



AL baniin, sesi cerita


Kelas  Khadimat


Kelas Khadimat

Sabtu, 24 Februari 2018

DARI JENDELA

Terdengar sumbang, namun aku yakin baik- baik saja. Niat baik, semangat besar, support banyak, kepercayaan, team kompak, pengalaman dengan kasus yang sama 15an tahun yang lalu, bismillah, 2 minggu ini baik baik saja, alhamdulillah. .

Bekalnya adalah ditunjuk jadi team leader unit tarbiyah DKM masjid di komplek tempat aku tinggal. Mayoritas mereka pekerja yang pergi pagi pulang malam. Maka masjid yang terletak di bawah rimbun bambu, dipinggiran sungai dan di paling ujung jalan yang sepi menjadi sepi juga. Yaa, sering angker malah.

Beruntung, masih tertinggal banyak hati sholeh dan sholehah penghuninya, tetanggaku. Maka cita-cita terpendam yang ada sejak kulihat bangunan suci sepi itu, kumunculkan dalam program meramaikan masjid, TPQ.
Hmmm, sepertinya aku kembali bersemangat.

Kesempatan belum tentu terulang.
Susah payah memang membangun komitmen, kepercayaan teman- teman, tetanggaku sendiri dengan berbagai karakter uniknya, dewan masjid dan tentunya tenaga yang kadang gak bersahabaat dengan semangatku.
Senin, 12 Februari kemarin resmiTPQ Al Hidayah membuka pendaftaran berikut memulai KBM di esok harinya.

Masya Alloh, responnya diluar dugaan.
Ada beberapa kelas yang bertahab di buka, awalnya kelas TPQ anak, anak kelas sore ba'da asar dan kelas malam ba'da magrib.
Sampai ku tulis ini ada 7 anak santri perempuan , dan 10 anak santri laki-laki.
Kelas remaja dewasa ada 5 santri.
Kelas bapak ada kurang lebih 12 santri.
Kelas ibu ada 10 santri
Dan kelas khadimat ada 5 santri.
Untuk khadimat diprogramkan gratis semuanya.

Masih akan terus menambah kelas jika pendaftar bertambah, insya Alloh, semoga Alloh meridloi, aamiin.