Rabu, 09 Mei 2018

OBAT

Tidak ada alasan untuk tidak bersyukur. Amanah Allah ini sepertinya membuat aku sembuh total.
Capek normal dengan sensasi normal tentunya, pagi ada kajian, sore ada ngaji, hampir tiap hari,

Alhamdulillahirabbil 'aalamiin. .

TPQ tumbuh perlahan, pasang surut semangat santri tiap harinya tak menyurutkan langkah ini terus berikhtiyar, Masya Allah. . semoga terus meramaikan masjid terpencilku, disudut rimbun bambu.

Jepret kamera ini sekedar mengabadikan mereka, agar bisa menjadi penyemangat dan sebagai rekam jejak bahwa mereka tumbuh dari sini.

Hanin, sholikhahku. . .
12 February, awalmu melantunkan ayat suci
Semoga jadi hafidzah  harapan Mama, Ayah dan Kakak. .
Aamiin...

Beberapa kegiatan yang terekam kamera


Kelas Al Banaat murajaah An Nabaa
Hanin ditengah





Al Banaat







Kelas Al Baniin



AL baniin, sesi cerita


Kelas  Khadimat


Kelas Khadimat

Sabtu, 24 Februari 2018

DARI JENDELA

Terdengar sumbang, namun aku yakin baik- baik saja. Niat baik, semangat besar, support banyak, kepercayaan, team kompak, pengalaman dengan kasus yang sama 15an tahun yang lalu, bismillah, 2 minggu ini baik baik saja, alhamdulillah. .

Bekalnya adalah ditunjuk jadi team leader unit tarbiyah DKM masjid di komplek tempat aku tinggal. Mayoritas mereka pekerja yang pergi pagi pulang malam. Maka masjid yang terletak di bawah rimbun bambu, dipinggiran sungai dan di paling ujung jalan yang sepi menjadi sepi juga. Yaa, sering angker malah.

Beruntung, masih tertinggal banyak hati sholeh dan sholehah penghuninya, tetanggaku. Maka cita-cita terpendam yang ada sejak kulihat bangunan suci sepi itu, kumunculkan dalam program meramaikan masjid, TPQ.
Hmmm, sepertinya aku kembali bersemangat.

Kesempatan belum tentu terulang.
Susah payah memang membangun komitmen, kepercayaan teman- teman, tetanggaku sendiri dengan berbagai karakter uniknya, dewan masjid dan tentunya tenaga yang kadang gak bersahabaat dengan semangatku.
Senin, 12 Februari kemarin resmiTPQ Al Hidayah membuka pendaftaran berikut memulai KBM di esok harinya.

Masya Alloh, responnya diluar dugaan.
Ada beberapa kelas yang bertahab di buka, awalnya kelas TPQ anak, anak kelas sore ba'da asar dan kelas malam ba'da magrib.
Sampai ku tulis ini ada 7 anak santri perempuan , dan 10 anak santri laki-laki.
Kelas remaja dewasa ada 5 santri.
Kelas bapak ada kurang lebih 12 santri.
Kelas ibu ada 10 santri
Dan kelas khadimat ada 5 santri.
Untuk khadimat diprogramkan gratis semuanya.

Masih akan terus menambah kelas jika pendaftar bertambah, insya Alloh, semoga Alloh meridloi, aamiin.





Kamis, 23 November 2017

TAPROS

Kali ini aku sudah merasa sehat kembali nih. . ., setelah luka operasi sembuh, sebulan kemudian, aku menjalani terapi suntik Tapros selama 6 kali.

Tapros adalah suntikan obat yang mengandung Leuproreline acetate, golongan agonis Gonadotropin Releasing Hormone ( GnRH ). Obat ini sejalan dengan hormon GnRH yang mengatur produksi hormon yang penting untuk reproduksi seperti estrogen, progesteron dan testoteron.

Selama menjalani suntikan ini ada beberapa keadaan yang kualami, diantaranya :

- Rasa tak nyaman dikulit,  panas dan kering.

- Kurang nyaman saat berhubungan badan, kering di vagina, pendarahan ringan.

- Lemas, mudah lelah, sulit tidur dan banyak berkeringat.

- Tidak keluar haid, karena memang hal ini yang diharapkan terjadi setelah menjalani terapi     ini.

- Badan terasa bertambah berat, wadow, ini yang paling mencemaskan!

Dokter akan mengantisipasinya dengan beberapa obat dan vitamin, jadi selama kita disiplin meminumnya keluhan seperti diatas akan banyak membantu mengatasinya.

Beberapa kali aku masih mengalami pendarahan ringan, namun dengan saran dokter norelut atau provera kuminum 3 x sehari, dari yang sebelumnya 2 x sehari dari dosis normalnya, sampai pendarahan berhenti. Namun terlambat sehari saja minum, pendarahanku masih terjadi lagi, sebatas setetes dua tetes aja gak menjadikanku panik.
Konsultasi berikutnya akan kulaporkan kembali ke dokter, semoga tak berpengaruh apa-apa.

Sampai ku tulis ini, baru suntikan ke tiga yang kujalani, masih ada 3 x lagi dalam 3 bulan ke depan.

Semoga bermanfaat. . .



Rabu, 13 September 2017

AMANAH DAN UJIAN

Bismillah, deg-degan juga mendengar curhatannya sepulang kerja, "Masya Allah, Ayah diangkat jadi Direktur tapi gak jadi, dipatok jadi PM aja buat Bandung dan Cimanggis."

 Jujur, tanpa ekspresi aku menanggapinya, maĆ”f sayang...
Sudah sering wacana itu terlontar, tapi tetap saja tanpa pengukuhan, sebentar lagi, harapannya.
Nunggu apa sih?, tentu saja tunggu action si proyeknya sendiri yang belum kelar pembahasan di tingkat bos level II dan level I , mungkin. . .hiks

Diluar itu, sebagai istri, akupun ada alasan dengan ekspresi datarku, belakangan aku sedikit menyesal tentang keterlambatanku menganugerahinya penghargaan.

Pagi hari, kupeluk dia erat, antara syukur, deg-degan dan entah apa lagi.

 "Selamat ya PM baru. . Barakallh, semoga bisa lebih dekat dengan Bos Pemberi Anugerah ini, Alloh. . ."

Sepertinya dia hanya tersenyum dengan sedikit sentilanku, hi hi. .

"Mau hadiah apa nanti kalo jadi di angkat ?, tapi nunggu naik gaji dulu ya. .?

"Kaca mata aja ya. . ", tetap saja aku yang kasih pilihan.

Naik jabatan, naik gaji tak pelak lagi adalah ujian buat kami, berpuluh tahun sudah kubuktikan, isinya adalah ujian, nikmat dan nikmat. . .

Alhamdulillah, sejauh ini sudah bisa melampauinya.

Semoga kali ini juga,  aamiiin. .