Masha Allah...
Alhamdulillah
Allahu Akbar..
Campur aduk rasanya, ditunggu-tunggu dan nyatanya bengong juga mendengarnya...
Bahagia
Bingung..
Tak percaya...tapi nyatanya memang percaya...
Bismillah, sehat itu yang lebih kuharapkan dari semuanya..
Labbaik Allahumma labbaikk....
Terduduk haru juga tangis ...
Allahu Akbar...hanya itu yg bisa kuucapkan mewakili suasana hatiku saat ini...
Satu- satu persiapan kumulai ditengah nol rupiah tabungan.
Yaaa, sudah hampir setahunan ini sebenarnya persiapan sudah kami mulai. Beberapa kali ku cek keberangkatan kami adalah tahun 2021, setahun lagi!
Plannya adalah, keluar dulu dari pekerjaan, karena bagaimanapun berdasarkan pengalaman, persiapan haji setidaknya harus dalam lingkungan kerja yang bisa mensupport kami, perusahaan tempat kerja suami sepertinya jauh dari suasana seperti ini, yang ada antinya kami malah dipersulit.
Selanjutnya kami akan merintis usaha sendiri, dengan modal menjual beberapa aset kami yang ada,.
Sebelum keluar dari kerja kami sudah memulainya, mempersiapkan semua, kami menyisakan sedikit gaji untuk merenov rumah di Sidoarjo, tujuannya agar bisa menghasilkan uang, sementara kami belum ada pemasukan.
Setengah jalan, ternyata sesuatu yang rencananya terjadi, sudah terjadi, suami dihadapkan situasi sulit, pilihannya adalah resign dipercepat.
Alhamdulillah...sebenarnya ini adalah yang kuharapkan, kami bisa memulai usaha secepatnya.
Ternyata tak mudah, nyatanya setelah beberapa bulan tak kunjung juga ada ide memulai usaha, kendalanya adalah dimodal, bagaimana tidak, rumah yang kami persiapkan jadi tumpuan modal belum siap dilelang...
Kami tetap bersabar, bertahan dengan satu proyek tempat tinggal pribadi yang sedang dikerjakan suamiku, alhamdulillah...setidaknya kami tidak kelaparan ..
Sampai saat awal januari kemarin, tiba-tiba nama kami berdua tercantum dalam daftar calon jama'ah haji 2020. Masha Allah...
Sudah kuduga, kami akan berangkat tahun ini, beberapa kejutan sudah kurasakan, seolah kami sedang dibersihkan oleh Allah...
Susah diterjemahkan dengan kata dan tulisan...
Allah Maha Sayang pada kami....
Agenda pertama kami adalah memastikan benar tidaknya nama kami masuk antrian tahun ini, kami bergegas ke depag tangerang selatan, kebetulan tidak terlalu jauh dari rumah kami.
Kami bertemu dengan P Arif untuk konsultasi rencana kami mutasi dari Sidoarjo ke Tangsel, alasannya karena kami sudah bermukim di Tangsel.
Beberapa prosedur mutasi dijelaskan gamblang oleh beliau, bahwa proses mutasi bisa dilaksanakan setelah pelunasan kekurangan biaya haji.Pelunasan bisa dilakukan jika peserta haji lolos test isthatha'ah kesehatan, artinya kami diwajibkan medikal check up untuk menentukan kesanggupan kesehatan kami berangkat haji, secara mental dan fisik.
Setelah pelunasan, kami harus menyelesaikan perpanjangan paspor, kemudian kami harus mendapat surat keterangan kesanggupan penerimaan jamaah dari depag Tangsel.
Surat surat itulah nantinya yang akan kami bawa untuk proses mutasi.
Bismillah.... Allah yang mengundang kami
Kami pasrah pada ketentuanNya..
Insha Allah terbaik...
Aamiin...
Rabu, 15 Januari 2020
Selasa, 27 November 2018
HAFALAN HANIN
Masya Allah, terhitung 13 Februari 2017, semenjak mulai TPQ Al Hidayah kelas ABanaat, Hanin memulai juga hafalannya.
Dimulai dari surat An Naba.
Seminggu 3 kali pertemuan, selama sejam setengah rata- rata.
Ustadzah akan membacakan perpenggal kalimat dalam satu ayat, agar santri mudah menirukannya. Diulang ulang sampai santri benar- benar lugas menghafalnya baik mahroj dan tajwidnya tanpa salah.
Istiqomah perpertemuan satu ayat. Jika kurang fasih bisa di ulang sampai 3 kali pertemuan.
Begitu seterusnya.
Sampai hari ini, Annaba sudah selesai ayat 1 sampai 40
Lanjut An Naziat ayat 1 sampai 15 yang sudah Al Banaat hafal
Rata-rata kelas ini 50 persennya sudah lancar. Karena perbedaan usia santri dan tingkat konsentrasinya.
Ada lagi yang berpengaruh sangat kuat, peran wali santri memurajaah ananda di rumah maupun disetiap ada kesempatan.
Hanin, misalnya.
Dia tidak pernah mau murajaah denganku, karena aku bukan ustadzahnya ....hiks...
Tapi kalo sedang tugas jadi ustadzah menggantikan ustdzah yang berhalangan hadir, barulah anakku ini mau berhadapan dengan mamanya, hafalan...he hee..
Saat bermain, kadang kami battle, siapa yang paling kuat hafalannya, dia pemenangnya. Biasanya antara aku, Hanin, Ayahnya dan juga Kakaknya.
Berhasil!!!
Menyeret semua menghafal, akhirnya...
Yang paling seru adalah ketika dalam perjalanan, sambil melihat lihat pemandangan sepanjang jalan, kami battle ber empat.
Masya Allah....
Ini hafalan Hanin Annaziat 1 sampai 15
Sabtu, 03 November 2018
MUT-AN
Ceritanya sedang ketemuan dengan marketing salah satu founder sebuah kegiatan berbasis islam.
Sore sore disela nungguin Al Banat ngaji.
Masih muda muda, kelihatan sedikit energik, berapi-api, mungkin karena sedang mempresentasikan proposalnya ya...jadi aku sedikit terkesima dengan gayanya berbicara.
Agak terbawa situasi, jadinya kami mulai bercanda disela-selanya.
Aku bercerita bahwa dulu aku juga type orang yang kurang lebih sama dengan mereka, punya ambisi, cita-cita dan segudang rencana.
Ketawa ketiwi kami mentertawakan argumenku, kenapa aku dulu nyasar jadi seorang penulis, jiaaah...sedikit terbang menyebutkan julukan itu.
Ibarat bunga yang mulai layu, seketika mekar terkena siraman air, ada energi kembali untuk menatap langit.
Ada harapan, yuuuks mbak, kita jalin kerjasama dibidang ini, katanya di akhir presentasi.
Hmm. . angin sore melenyapkan seketika semangatku, seiring mereka melangkah pergi, membawa harapan mereka suatu saat bersama aku membangun cita-citanya.
Jujur, aku masih mengharapkan energiku bisa terbangun saat bersama tadi, bersinergi dengan para sahabat semisi, namun ada yang lebih menahanku.
Ternyata semangatku tak cukup kuat jika berjalan sendiri..
Tik tak tik tik.....buka tutup jendela email yang sedari tadi menunggu jawaban.....
Selasa, 04 September 2018
NOSTALGILA
Diajakin masuk grup penderita Hipokalemia, awalnya ragu, mengingat aku masih terkungkung trauma saat-saat lebay itu. Namun terdorong rasa penasaran dan berharap adanya aku, bisa memberikan sedikit harapan pada mereka untuk tetap semangat bisa sembuh.
Tertawa ngikik kalau membaca curhatan mereka, duuh, aku dulu juga mengalami saat saat ini, toh mereka tetap selangkah menang dari aku, mereka masih sanggup pegang Hp, sanggup saling mentertawakan dan masih bisa bercanda sepanjang hari.
Sedangkan aku dulu, jangankan bercanda, mendengar suara kling WA apalagi telpon masuk, aku sudah gemetaran. hiks. . parah
Ternyata jumlah mereka lumayan banyak, hanya satu dua yang sudah teridentifikasi penyebab menurunnya kalium dalam tubuh mereka, rata -rata karena kelainan ginjal, karena faktor genetik.
Mereka harus tergantung KSR cs seumur , dengan catatan mondar mandir UGD bahkan ICU jika terlambat sedikit saja supply kalium ke tubuh mereka, astaghfirullah. .
Kebanyakan pasien yang baru banyak bertanya-tanya, akankah bisa disembuhkan?
Dari member grup ini, tercatat masih aku yang berhasil lepas dari ketergantungan KSR cs.
Ada sih yang terlepas tapi masih was-was karena beberapa kali juga kambuh dengan kadar kalium darah yang dibawah normal, akhirnya tetap saja rawat inap dengan infus kcl beberapa hari.
Intinya mereka beranggapan bahwa konsumsi KSR akan semakin menambah berat kerja ginjal, jadi mereka mengabaikan saran dokter tentang dosis minumnya.
Menurutku, dihantui kematian setiap saat lebih mengerikan daripada memikirkan nasib ginjalku kemudian.
Itu pilihan mereka...
Sepanjang mereka merasa baik-baik saja dan lebih tabah dari aku, it's Ok
Ada banyak pelajaran dari adanya grup ini, sugesti baik juga menjadi kunci sehat, setidaknya stress berkurang, merasa baik dan sehat.
Aku salut dengan beberapa orang yang dengan santainya berdamai dengan ini. Rata-rata mereka adalah yang sudah menemukan penyebabnya, jadi mau tak mau mereka harus menerima kenyataan, jika hidup ingin terus berlanjut, maka berdamai adalah pilihan terbaiknya.
Salut....benar benar salut pada kalian.
Terus semangat yuks teman. . . semoga aku dan kalian selalu bisa tabah menjalani ini, bersyukur masih ada sampai saat ini, bisa berada ditengah-tengah keluarga tersayang.
Tertawa ngikik kalau membaca curhatan mereka, duuh, aku dulu juga mengalami saat saat ini, toh mereka tetap selangkah menang dari aku, mereka masih sanggup pegang Hp, sanggup saling mentertawakan dan masih bisa bercanda sepanjang hari.
Sedangkan aku dulu, jangankan bercanda, mendengar suara kling WA apalagi telpon masuk, aku sudah gemetaran. hiks. . parah
Ternyata jumlah mereka lumayan banyak, hanya satu dua yang sudah teridentifikasi penyebab menurunnya kalium dalam tubuh mereka, rata -rata karena kelainan ginjal, karena faktor genetik.
Mereka harus tergantung KSR cs seumur , dengan catatan mondar mandir UGD bahkan ICU jika terlambat sedikit saja supply kalium ke tubuh mereka, astaghfirullah. .
Kebanyakan pasien yang baru banyak bertanya-tanya, akankah bisa disembuhkan?
Dari member grup ini, tercatat masih aku yang berhasil lepas dari ketergantungan KSR cs.
Ada sih yang terlepas tapi masih was-was karena beberapa kali juga kambuh dengan kadar kalium darah yang dibawah normal, akhirnya tetap saja rawat inap dengan infus kcl beberapa hari.
Intinya mereka beranggapan bahwa konsumsi KSR akan semakin menambah berat kerja ginjal, jadi mereka mengabaikan saran dokter tentang dosis minumnya.
Menurutku, dihantui kematian setiap saat lebih mengerikan daripada memikirkan nasib ginjalku kemudian.
Itu pilihan mereka...
Sepanjang mereka merasa baik-baik saja dan lebih tabah dari aku, it's Ok
Ada banyak pelajaran dari adanya grup ini, sugesti baik juga menjadi kunci sehat, setidaknya stress berkurang, merasa baik dan sehat.
Aku salut dengan beberapa orang yang dengan santainya berdamai dengan ini. Rata-rata mereka adalah yang sudah menemukan penyebabnya, jadi mau tak mau mereka harus menerima kenyataan, jika hidup ingin terus berlanjut, maka berdamai adalah pilihan terbaiknya.
Salut....benar benar salut pada kalian.
Terus semangat yuks teman. . . semoga aku dan kalian selalu bisa tabah menjalani ini, bersyukur masih ada sampai saat ini, bisa berada ditengah-tengah keluarga tersayang.
Langganan:
Postingan (Atom)